Kalsel Bisa Contoh Sumber Daya Kelautan Bali

      Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan H Karlie Hanafi Kalianda berpendapat daerah itu bisa mencontoh Bali dalam hal perlindungan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.
Pendapat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut disampaikan Banjarnasin, Jumat sesudah menyertai komisinya studi komparasi ke “Pulau Dewata” Bali baru-baru ini.
Mantan aktivis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu menerangkan, masyarakat Bali cukup berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di provinsi mereka.
Sebagai contoh atas inisiatif atau kemauan mereka sendiri di provinsi yang menjadi daerah tujuan wisata dunia internasional itu terbentuk 72 kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).
“Dengan kesadaran mereka sendiri, Pokmaswas tersebut juga merasa bertanggung jawab terhadap kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan di Bali,” katanya.
“Terpanggil rasa tanggung jawab itulah, Pokmaswas menjaga kelestarian hutan bakau (mangrove) yang menjadi tempat kehidupan ikan atau biota laut lainnya,” katanya.

Selain menjaga dan memelihara, Pokmaswas juga turut mengembangkan hutan bakau tersebut, karena merupakan sumber mata pencaharian untuk menunjang kehidupan atau pendapatan serta kesejahteraan keluarga mereka.
“Hal lain yang menarik, Pokmaswas tersebut kini memiliki puluhan kano (sejenis perahu) yang mereka sewakan buat menambah pendapatan organisasi dan keluarga,” demikian Karlie Hanafi Kalianda.
Sementara di Kalsel dengan luas wilayah sekitar 3,7 juta hektare dan terbagi atas 13 kabupaten/kota juga memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan, sebagaimana halnya dengan beberapa provjnsi lain di Indonesia.
Sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup potensial di Kalsel terdapat di wilayah timur provinsi tersebut yaitu Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Tanah Bumbu (Tanbu) yang pantai selatannya menyatu dengan Laut Jawa (Laut Indonesia).
Kemudian Kabupaten Kotabaru yang kawasan pantai bagian selatan berbatas Laut Indonesia, serta di timur dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar.
Selain itu, Kabupaten Banjar yang kini dipimpin seorang ulama dengan wilayah Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, serta Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang dipimpin “Srikandi” Partai Golkar yaitu Hj Noormiliyani AS SH.(anjas)

Leave a Reply