Kapolda: Diselidiki Tangkap Lepas Narkoba Polres Asahan

      Medan, jurnalsumatra.com – Tim Propam Polda Sumatera Utara telah diturunkan untuk menyelidiki kasus dugaan tangkap lepas bandar narkoba yang dilakukan petugas kepolisian di Polres Asahan.
“Kita merespon apa yang disampaikan sejumlah mahasiswa, saat berunjuk rasa di Mapolda Sumut,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpau, usai penutupan pelaksanaan Simulasi Sispam Kota Pemilukada Tahun 2018 di Sumut, dilaksanakan di Lanud Soewondo Medan, Kamis.
Untuk membuktikan benar atau tidaknya kasus tersebut, menurut dia, telah menugaskan Tim dari Polda Sumut.
“Tim tersebut, nantinya yang akan bekerja menyelidiki kasus tangkap lepas terhadap orang diduga sebagai pengedar narkoba itu,” ujar Irjen Pol Paulus.
Ia menyebutkan, mengenai dilepaskannya orang yang diduga bandar narkoba yang telah ditangkap personel Polres Asahan, juga diperbolehkan, karena tidak ditemukan adanya bukti.
“Jadi, tidak mungkin polisi menahan orang yang tidak bersalah,” ujar Irjen Pol Paulus.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kumpulan Anak Perantau Asahan atau KAPAS berunjuk rasa di Mapolda Sumut, memprotes dugaan terjadinya tangkap lepas bandar narkoba yang dilakukan personel Polres Asahan.
“Kami minta Kapolda Sumut agar mencopot Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, karena bertanggung jawab, dalam tangkap lepas bandar narkoba tersebut,” kata Koordinator KAPAS, Arigusti Syahputra, dalam orasinya, di Mapolda Sumut, Rabu (7/2).
Menurut pengunjukrasa itu, ada tiga diduga bandar narkoba yang lolos setelah ditangkap. Salah satunya S alias K yang diringkus pada 26 November 2017 dengan barang bukti 2 paket besar atau sekitar 4 gram sabu dan timbangan elektrik.
“Bandar narkoba itu, bukannyan dikenakan pasal pengedar narkoba, namun justru direhabilitasi,” ujar Syahputra.
Selain itu, U yang ditangkap di dalam mobil di Bagan Asahan.Meski ada barang bukti sabu, namun tidak diproses hukum, karena alasan situasi keamanan tidak terkendali.
“Kemudian, D (38) diamankan di kawasan Latsitarda, memiliki seberat 12 gram sabu, dan juga lolos dari jeratan hukum karena direhabilitasi,” kata mahasiswa itu. (anjas)

Leave a Reply