Kapolda: Jaga Eksosistem Laut Demi Pariwisata NTT

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur Irjen Polisi Agung Sabar Santoso, mengingatkan masyarakat nelayan di daerah setempat untuk tetap menjaga ekosistem laut demi mendukung sektor pariwisata di provinsi berbasiskan kepulauan itu.
“Eksosistem hasil-hasil laut di NTT harus dijaga demi kemajuan pariwisata yang menjadi sektor andalan di daerah ini,” kata Irjen Polisi Agung Sabar Santoso di selah acara pelepasliaran sembilan ekor penyu hijau di Dermaga Ditpolair Polda NTT di Kupang, Kamis.
Hadir dalam acara itu, sejumlah pihak terkait dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Konservasi Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi.
Selain itu, dihadirkan pula dua oknum warga nelayan Kupang yang ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penangkapan penyu hijau di sekitar perairan Kupang.
Kapolda menegaskan, pelaku penangkap penyu tersebut tetap diproses sesuai hukum yang berlaku selain diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatanya lagi.
Ia mengatakan, binatang laut seperti penyu dan jenis ikan lainnya yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya agar tidak lagi ditangkap.
Selain itu, lanjutnya, hasil laut yang terancam punah itu merupakan bagian dari aset berharga yang menjadi daya tarik wisata bawah laut di provinsi dengan luas wilayah laut mencapai 200.000 kilometer persegi itu.
Ia mengatakan, wisatawan yang datang menyelam di perairan NTT mau menikmat laut dengan hasil-hasil di dalamnya yang kaya dan indah.
“Kalau penyu-penyu maupun ikan, juga terumbu karang yang dilindungi semuanya dicuri, terus mereka datang mau menikmati apa?,” katanya.
Ia mencontohkan, banyak wisatawan yang datang menyelam di perairan Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional sangat menikmati keindahan laut berserta isinya.
“Binatang laut seperti penyu maupun berbagai jenis ikan bisa menghampiri para penyelam karena habitat mereka tidak diganggu, sementara kalau di  wilayah perairan lainnya ini terus diburu dan menjadi punah maka tidak ada lagi daya tarik untuk wisatawan,” katanya.
Untuk itu, Mantan Kepala Polda Sulawesi Tenggara itu mengajak semua pihak di daerah itu untuk menggelorakan gerakan melindungi hasil-hasil laut di provinsi itu sebagai bagian dari kekayaan pariwisata yang berdampak ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat setempat.
“Saya berharap tidak boleh lagi hasil-hasil laut yang dilindungi ini diburu tapi kita semua harus berkomitmen untuk menjaganya sebagai bagian dari kekayaan pariwisata kita yang menguntungkan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply