Kapolda Kalsel: Masyarakat harus melek perkembangan kasus COVID-19

Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta menyatakan masyarakat harus melek terhadap perkembangan kasus COVID-19 sehingga tumbuh kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan.

  “Sekarang papan banner update kasus positif dan meninggal dunia sudah dipasang di tempat-tempat strategis khususnya di Kota Banjarmasin yang kini terjadi peningkatan kasus tertinggi,” kata Nico di Banjarmasin, Kamis.

  Menurut Nico, adanya pemasangan data kasus hingga bisa dengan mudah dilihat dan dibaca masyarakat, diharapkan jadi pengingat untuk lebih waspada terhadap ancaman COVID-19.

  Diakui Kapolda, sikap cenderung acuh tak acuh masih menjadi tantangan dalam memutus rantai penyebaran virus corona di daerah itu.

  Untuk itulah, penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan tetap terus dikedepankan agar masyarakat bisa patuh dan tak cuek akan ancaman COVID-19.

  “Kami bersama TNI menempatkan anggota di tempat-tempat keramaian baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern untuk mengawasi kepatuhan masyarakat menggunakan masker,” kata jenderal bintang dua itu.

  Nico pun terus menggelorakan “Kampung Tangguh Banua” yang diharapkan menjadi contoh lingkungan yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga dari lingkup terkecil yaitu Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) ataupun desa itu jadi pelopor menangkal penyebaran COVID-19.

  Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan per  9 Juli 2020, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di provinsi itu sebanyak 3.926 orang, dalam perawatan 2.555 orang, sembuh 1.162 orang dan meninggal 209 orang.

  Khusus untuk Kota Banjarmasin Ibu kota Kalimantan Selatan dengan kasus tertinggi, ada 1.592 kasus positif, 1.134 pasien dalam perawatan, 330 pasien sembuh dan 128 meninggal dunia.(anjas)