Kapolda : Ratusan TPS Rawan Konflik

Palembang, jurnalsumatra.com -Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara telah memetakan daerah rawan konflik di pilkada serentak 2018. Oleh sebab itu, Kapolda Sumsel akan menugaskan 2 polisi di 222 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan konflik.

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara usai acara rapat kerja persiapan kampanye Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati tahun 2018 di Palembang Rabu (31/1/2018).

Zulkarnain mengatakan, ada beberapa cara untuk melihat suatu wilayah rawan atau tidak dalam pilkada serentak ini. Diantaranya kondisi kamtibmas, transportasi dan pengalaman pilkada sebelumnya. “Untuk daerah yang paling aman adalah Prabumulih karena hanya ada satu calon. Sedangkan daerah yang rawan konflik adalah Pagar Alam, Lubuklinggau dan Empat Lawang,” ujarnya.

Menurutnya, ketiga daerah tersebut dianggap paling rawan dinilai dari pengalaman pilkada sebelumnya. Selain itu, jumlah paslon yang cukup banyak menyebabkan daerah tersebut rawan konflik.

“Pola pengamanan di daerah rawan konflik jelas berbeda dengan daerah yang aman. Untuk 222 TPS yang rawan konflik kami tugaskan 2 polisi. Tapi untuk daerah yang aman 2 polisi mengamankan 6 TPS,” ungkapnya.

Ketika disinggung tahapan pilkada yang rawan konflik, Zulkarnain menuturkan, masing- masing tahapan memiliki kerawanan. Namun yang paling rawan adalah saat perhitungan suara dan pengumuman hasil pilkada.

“Kita ada satgas nusantara yang didalamnya ada tim intelejen yang bertugas jangan sampai terjadi suhu yang panas saat pilkada berlangsung. Kita juga meminta media masa untuk menyejukkan suasana agar damai,” ucap Zulkarnain.

Untuk Pilgb Sumsel, dia mengungkapkan, tidak begitu rawan. Pasalnya Sumsel berada di urutan ke 12 dari 17 provinsi yang rawan konflik. “Kita optimis Pilgub Sumsel aman. Begitupula dengan Pilwako Palembang cenderung tidak terlalu rawan,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 16 =