Kapolres Banjarbaru Pastikan Pencoblosan Di Lapas Aman


Banjarbaru, jurnalsumatra.com  – Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya memantau proses pemungutan suara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Banjarbaru Rabu, untuk memastikan bahwa pelaksanaan Pemilu di lokasi tersebut aman dan tak ada gejolak.

  Bersama Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Defrian Donimando selaku Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Pengamanan TPS di Banjarbaru, Kelana mengecek sistem pengamanan TPS di Lapas yang dihuni 1.600 warga binaan pemasyarakatan tersebut.

  Dilokasi tersebut, Kapolres menempatkan 12 orang personel, untuk membantu petus Lapas dan tim pelaksana penyelenggara Pemilu, untuk mengawasi jalannya pencoblosan.

  Dari 880 TPS di Kota Banjarbaru, ada dua TPS Khusus yang berada di areal Lapas Kelas IIII Banjarbaru di Jalan H Mistar Cokrokusumo, Bangkal, Banjarbaru.

  “Alhamdulilah, sebanyak 398 narapidana menggunakan hak suaranya, termasuk 33 petugas Lapas dan juga Panwas TPS dengan lancar. Situasi keamanan pun kondusif,” jelas Kapolres.

  Selain di Lapas, Kelana juga mengecek sejumlah TPS lain di wilayah Banjarbaru yang semuanya dilaporkan berjalan lancar.

  Proses pemungutan suara di Banjarbaru tersebut, juga mendapat perhatian dari Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani.

  Kapolda mengunjungi dua TPS di Kota Idaman, yakni TPS 01 Jalan Ahmad Yani Km 25, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin serta TPS 01 Jalan Ahmad Yani Km 33, Kelurahan Loktabat Utara.

  Mengamankan pelaksanaan Pemilu ini, Polres Banjarbaru mengerahkan 298 personel ditambah BKO Polda Kalsel serta Satuan Brimob dan Kodim 1006/Martapura dalam pengamanan TPS.

  Adapun wilayah yang jadi perhatian khusus, yakni Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar yang merupakan daerah pesisir yang terdiri dari desa-desa. Bahkan, distribusi logistik pemilu hanya bisa dilakukan melalui jalur sungai menggunakan sarana perahu bermesin atau kelotok.

  Diketahui Polsek Aluh-Aluh sejak beberapa tahun terakhir menjadi bagian dari Polres Banjarbaru, meski wilayahnya secara administratif masih masuk Pemerintah Kabupaten Banjar.(anjas)