Kapolres Lumajang Siapkan Tiga Lapis Pengamanan Hewan Ternak

     Lumajang, jurnalsumatra.com – Kepala Kepolisian Resor Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menyiapkan tiga lapis pengamanan untuk hewan ternak seiring dengan tingginya angka kriminalitas pencurian hewan ternak di daerah setempat.
“Maraknya kasus hilangnya hewan ternak menjadi permasalahan yang serius di Lumajan,” katanya di Mapolres Lumajang, Jawa Timur, Jumat.
Menurut dia, penggunaan rantai sapi merupakan lapis pertama. Hal ini pengamanan yang bersifat perorangan atau tanggung jawab setiap pemilik sapi.
Dengan model rantai sapi yang fleksibel tetapi sangat kuat, yakni besi dengan tebal 10 mm, panjang 80 cm, dan lingkar kepala yang mudah ditekuk. Hal ini, kata dia, supaya tidak sulit saat mengalungkan ke kepala sapi. Ujung lainnya digembok di besi atau cor yang ditanam.
Dengan terobosan penggunaan rantai sapi itu, kata dia, para pencuri sapi akan berpikir dua kali untuk melakukan kejahatanya mencuri ternak sapi tersebut.
Pengamanan lapis kedua, lanjut dia, adalah dengan garasi ternak (gaster) yakni pengamanan yang bersifat kelompok karena garasi ternak dibangun semipermanen dengan daya tampung sekitar 30 sapi per gaster. Setiap sore para pemilik sapi mengantarkan sapinya ke garasi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penjagaan bisa bergantian setiap malamnya oleh pemilik sapi. Dengan sistem gaster itu, membuat masyarakat pemilik sapi lebih sehat kualitas hidupnya. Pasalnya, selama ini mereka tinggal berbagi tempat dengan sapi di rumahnya.

    Lapis ketiga adalah dengan pembentukan satgas keamanan desa. Satagas ini, kata dia, berfungsi mengamankan desa dalam skala yang lebih luas.
Arsal menegaskan bahwa satgas keamanan desa merupakan sistem pengamanan secara menyeluruh, bukan hanya mengantisipasi tindak kriminalitas, seperti begal dan pencurian sapi, melainkan sampai pada penyelesaian masalah maupun konflik sosial antarwarga di desanya.
Ia mengatakan bahwa satgas keamanan desa akan berdampingan dengan Bhabinkamtibmas karena tugasnya hampir sama, yaitu menyelesaikan permasalahan sebelum sampai ke ranah hukum, serta berperan sebagai pemecah masalah di desanya.
Kapolres berharap dengan teraplikasinya konsep tiga lapis pengamanan itu dapat menurunkan tingkat kriminalitas pencurian sapi.
“Ke depanya Polres Lumajang dapat menjadi polres percontohan dalam penanganan kasus kriminal pencurian hewan ternak sapi,” katanya.(anjas)

Leave a Reply