Kapolres : Museum Mini Goa Jepang Biak Untuk Pelestarian Sejarah

Jayapura, jurnalsumatra.com – Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta mengatakan Museum Goa Mini Jepang yang dibangun personel Kepolisian untuk pelestarian nilai-nilai sejarah.

  “Pembangunan museum ini sebagai bentuk keprihatinan bagi destinasi wisata Goa Jepang, yang menurut kami mesti ditata dan di pelihara dengan baik agar barang-barang peninggalan perang yang ada bisa terawat,” kata AKBP Mada dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Kota Jayapura, Jumat malam.

  Ia menyampaikan terima kasih kepada Dubes Jepang untuk Indonesia Ishi Masafumi saat melakukan kunjungan di Biak pada Kamis (20/02) dan meresmikan Museum Mini Goa Jepang.

  “Peresmian Museum Goa Jepang itu merupakan salah satu agenda kunjungan Dubes Jepang dan rombongan ke Biak setelah sebelumnya juga berkunjung ke Monumen Perang Dunia II di Paray yang juga merupakan lokasi bersejarah bagi Jepang, tempat dimana ribuan tentara Jepang gugur dalam perang dengan tentara sekutu,” katanya.

  Peresmian Museum mini goa Jepang tersebut ditandai dengan tanda tangan prasasti oleh Duta Besar Jepang Ishii Masafumi, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap dan Kapolres Biak Numfor yang dilanjutkan dengan gunting pita dan penyerahan kunci museum kepada Kepala Kampung Binsari Yusuf Rumaropen selaku pengelola.

  “Harapan kami, museum itu bisa bermanfaat bagi pengembangan destinasi wisata Goa Jepang dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

  Dikatakan, pihak Polres Biak Numfor menginisiasi pembangunan dua museum ini di Binsari untuk menata kembali peninggalan-peninggalan bersejarah Perang Dunia ke II yang ada di area Goa Jepang agar tetap terjaga.

  “Pembangunan dua Museum ini bisa terwujud sampai bisa diresmikan adalah berkat kerjasama dengan beberapa pihak terkait serta dukungan penuh dari Bupati Biak Numfor,” katanya.

  Dua Museum yang diresmikan itu adalah museum luar yang digunakan untuk memajang Mobil Jeep dan beberapa peninggalan sejarah yang berukuran besar serta museum dalam ruangan untuk memajang berbagai barang-barang peninggalan bersejarah yang berukuran kecil.

  Sementara untuk area di sekitar Wisata Goa Jepang dibuat lebih modern dan instagramable untuk bisa lebih menarik pengunjung untuk berfoto menikmati wisata sejarah di pulau Biak.

  “Kita buat ini untuk masyarakat, jadi nanti akan dikelola oleh masyarakat sendiri. Jadi, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat juga, selain bisa menjaga peninggalan bersejarah ini agar ada terus sampai anak cucu kitapun bisa melihatnya,” Kata Kapolres.

  Kapolres berharap semua peninggalan bersejarah yang ada ini bisa tetap terjaga, dan dengan apa yang sudah dibangun di Goa Jepang ini bisa dikembangkan terus agar menambah kesejahteraan masyarakat setempat.(anjas)