Kapolres Pagaralam Bersama Dirlantas Polda Tinjau Jembatan Endikat

PAGARALAM, Susmel, jurnalsumatra.com – Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK MH melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kondisi jembatan Endikat penghubung antara Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, dengan Desa Tanjungbai, Kecamatan Kota Sgung, Kabupaten Lahat.

Sarana transportasi penghubung utama Kota Pagaralam dengan Kabupaten Lahat mengalami rusak berat hingga terjadi pergeseran lantai dan tiang hingga 30 cintimeter.

Penelusuran lantai jembatan terdapat lubang berukuran diameter sekitar 30 cm dengan panjang sekitar enam  meter, bahkan besarnya lobang terlihat sampai dasar sungai.

Kemudian sudah dilapisi balok kayu dirakit dengan rantai dan sidah banyak rapuh karena sering dilalui alat berat.

Kemudian ditenggah jembatan aspal sudah terlelupas sehingga terpaksa ditutupi pelat agar tidak membahayakan pengguna jalan atau kendaraan.

Kondisi ini membuat jembatan alami getaran kuat jika dilewati mobil bertonase diatas 10 ton.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK MH mengatalan, tidak ada altermatif lain harus dibangun jembatan baru seperti yang sudah kita rancang tiga tahun lalu, sementara kondisi jembatan Endikat sudah bertahun-tahun rusak berat.

“Kita prihatin kondisi jembatan Endikat dengan kondisi rusak parah, sementara jalur ini merupakan penghubung utama pengangkut kebutuhan pokok masyarakat Kota Pagaralam,” kata dia.

Dia mengatakan, mengingat dengan pertumpuhan daerah kondisi bangunan itu sudah tidak memadai lagi dengan petumbuhan kemdaraan dan pertumbuhan ekonomi Kota Pagaralam.

“Kalau menyimak dari sejarah, jembatam ini hanya boleh dilalui kendaraan baik truk maupun fusso dibawah 10 ton, tapi lihat saja kemdaraan melintas banyak yang sudah capai 15 ton,” ungkap dia.

Dia mengatakan, meskipun dilakukan perbaikan tidak akan bertahan lama, apalagi jumlah kendaraan melintas bisa menvapai diatas angka 1000 per bulanya, kalau sebelumnya masih berkisar angka ratusan.

“Kita minta pemerintah puasat dapat merealisasikan dua pembangunan jembatan di Latang dan Indikat, demi kepentingan masyarakat dan perekonomian Kota Pagaralam,” ungkap dia.

Kalau kerusakan ini sudah terjadi sejak 2016 lalu, tapi hanya ditambal dan perbailan ringan, jadi semakin lama tentunya akan kembali rusak dan semakin parah pergeseranya.

Restu salah satu pengendara mobil mengatakan, sangat membahayakan sekali jika ada kendaraan melintasi jembatan Endikat ini apalagi truk dan fusso. Kalau ini dibiarkan dapat memperparah kerusakan dan bahkan ambruk.

Dikatakan Restu, jembatan Endikat ini jalan satu satunya menuju Kota Pagaralam jika ini dibiarkan saja Kota Pagaralam bisa saja terisolir. “Memang ada jalur alternatif melalu jalan Gumay Ulu, dam Bamdar tembus Kota Agung, namun tidak bisa dilintasi mobil berukuran besar, karena sempit, terjal banyak rusak,” ungkap dia. (van)

Leave a Reply