Kapolsekta Himbau Silakan Laporkan Hiburan OT Bila Terganggu


Lahat, jurnalsumatra.com – Guna untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal, mabuk mabukan, dan, penyalahgunaan Narkoba dilokasi hiburan orgen tunggal (OT), membuat Kepala Polisi Sektor (Kapolsekta) Lahat AKP Ardiansyah.SIK angkat bicara.

Secara lantang dan tegas Kapolsekta Lahat menyampaikan, tidak bisa dipungkiri pagelaran hiburan orgen tunggal (OT) yang selalu dimainkan pada malam hari itu, banyak mengundang sisi Negatif.

“Maka dari itu, bagi masyarakat yang memiliki hajatan. Saat menggelar hiburan orgen tunggal (OT) malam hari . Berpikirlah lebih dulu untuk sisi Negatif dan sisi Positifnya,” pesan Ardiansyah.

Menurutnya, kenapa pihaknya menyampaikan hal tersebut, karena, ketika orgen tunggal (OT) menghibur masyarakat, dan baru berhenti dini hari, jelas akan banyak membawa dampa yang cukup buruk. Terutama, tetangga kiri dan kanan ataupun rumah yang tidak jauh dari OT tersebut.

“Oleh karenanya, bagi masyarakat yang merasa terganggu dari hiburan OT yang ada “Silakan Lapor ke Polsekta, dan kami pastikan akan laporan tersebut, Team Unit Reskrim segera menindaklanjuti,” katanya.

Ia menjelaskan, seperti belum lama ini, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat Desa Ulak Lebar, Kecamatan Lahat yang terganggu oleh hiburan orgen tunggal (OT).

“Setelah mendapatkan laporan itu, Team Unit Reakrim Polsekta langsung turun kelapangan dan menyetop OT yang saat itu masih main hingga dini hari,” ucapnya lagi.

Termasuk, kata Ardiansyah, maraknya peredaran minuman keras (Miras), disetiap lokasi OT bermain. Namun, semua itu, dapat sedikit diminalisir apabila yang punya hajatan maupun masyarakatnya bisa mematuhi aturan batasan waktu hiburan OT dimalam hari.

“Karena, dampak dari banyaknya minuman keras merk apapun, mengancam akan kesadaran diri sendiri dan teman. dan, terakhir berujung perkelahian ataupun tindak kejahatan lainnya,” tegas Ardiansyah.

Nah, apabila terjadi perkelahian ataupun tindak kejahatan lainnya, diuraikan Ardiansyah, pihaknya tidak akan tinggal diam apa lagi telah mendapat menerima LP. “Pemilik hajatan sudah pasti akan kita panggil dan memintaki keterangan. Lalu, pengurus maupun pemain orgen tunggal (OT) bisa dipanggil, termasuk para biduannya juga,” tambahnya.

Diakuinya, sejak adanya hiburan OT bisa dibilang sebagai faktor utama penyebab peredaran minuman keras (Miras) di Kota Lahat, sehingga, sedikit sulit ditekan. Oleh sebab itulah, setiap masyarakat datang kekantor Polsekta Lahat dan mintak surat ijin keramaian.

“Selain ketentuan juga surat yang kita keluarkan untuk sipembuat hajat, dan adanya, Perbup Bupati Lahat, bahwa batas penggelaran OT hingga pukul 22.00 WIB. Insya Allah, kalau himbauan kita ini bisa diterima pasti dapat mengurangi masyarakat yang mengkonsumsi Miras,” imbuh Kapolsekta.

Lanjutnya, jika waktu penggelaran OT bisa sesuai aturan, bukan hanya menekan peredaran miras. Selisih paham, perkelahian, bahkan penganiayaan yang tak jarang menyebabkan matinya seseorang saat penegalaran OT, juga bisa dihindarkan. Mengingat acara OT hanya mengundang sejumlah amalan setan. Seperti narkoba, judi, hingga biduan tempel.

“Sosialisasi ini kita sampaikan keseluruh kalangan masyarakat. Mulai dari remaja, hingga orang tua. Mulai dari poskambling, hingga ke pasar. Termasuk, perlu peran aktif semua pihak, tidak cukup hanya Polisi saja,”pungkas Kapolsekta Lahat.(Din)