Karolin Dapat Kejutan Dari Kerabat Istana Sambas

    Pontianak, jurnalsumatra.com – Kerabat Istana Alwatzikhoebillah  Kabupaten Sambas memberikan kejutan Ulang Tahun kepada calon Gubenur Kalbar, Karolin Margret Natasa yang pada 12 Maret 2018 kemarin genap berusia 36 tahun.
Kejutan ulang tahun tersebut diberikan saat pasangan Calon Gubernur dan wakil gubernur Kalbar, Karolin-Gidot melakukan kunjungan silaturahmi ke Istana Alwatzikhoebillah.
Saat menyampaikan sambutannya, tiba-tiba beberapa ibu-ibu dari kerabat Istana Alwatzikhoebillah keluar dari dalam dan menyanyikan lagu ulang tahun sambil membawa kue tar yang dipersembahkan kepada Karolin.
Mendapat kejutan tersebut, Karolin sempat tertegun kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di istana itu.
“Ini benar-benar kejutan yang luar biasa dan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kerabat Istana Alwatzikhoebillah Sambas,” tuturnya.
Karolin menyampaikan ucapan terimakasih dari Cornelis kepada masyarakat Sambas dan Kalbar umumnya karena selama dua periode telah mendukung pemerintahannya sehingga Kalbar bisa menjadi aman, tentram dan pembangunannya terus berlanjut.
“Pak Cornelis juga menyampaikan permohonan maafnya kepada semua masyarakat jika selama ini masih banyak yang kurang, banyak pembangunan yang belum selesai, sehingga hal ini yang menyebabkan saya untuk bersedia maju agar bisa melanjutkan pekerjaan ayah saya yang belum selesai,” katanya.
Menurutnya, banyak program pembangunan yang belum bisa diselesaikan Cornelis-Christiandy selama dua periode memimpin Kalbar karena kondisi geografis dan keterbatasan anggaran yang ada.
Mantan anggota DPR itu mencontohkan untuk di Sambas, pembangunan, PLBN Aruk yang ada di Sambas saat ini masih belum sepenuhnya rampung karena masih banyak akses infrastruktur yang perlu dibenahi sehingga ini menjadi PR bagi pasangan ini ke depan.

    “Terkait Istana Sambas ini tentu tidak akan kita lupakan karena kita tahu betul peran keraton dan istana yang ada di Indonesia sangat besar dalam kemerdekaan negara ini. Makanya dalam visi dan misi kita, kita menjadikan pelestarian budaya sebagai salah satu program utama kita,” katanya.
Dia mengatakan, silahturahmi yang dilakukan itu merupakan salah satu hal penting untuk membangun Kalbar ke depan karena dengan silaturahmi yang baik, maka terjadi hubungan yang baik pula untuk membangun Kalbar ke depan.
“Untuk membangun Kalbar ke depan jelas kita membutuhkan dukungan dari semua pihak, sehingga silaturahmi seperti ini tentu harus terus kita bangun bersama,” kata Karolin.
Di tempat yang sama, calon wakil gubernur Kalbar, Suryatman Gidot mengatakan dirinya berpasangan dengan Karolin bukan suatu hal kebetulan karena terdapat sebuah proses yang bermuara pada harapan besar masyarakat yang mengharapkan pemimpin yang baik di provinsi ini.
“Saya sebagai bagian orang dari Singbebas memiliki tanggungjawab besar agar daerah ini bisa menjadi lebih baik seperti visi dan misi kami untuk menjadikan Kalbar hebat dan terdepan,” kata Gidot.
Sementara itu, Masjelis Pemangku Adat Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Uray mengatakan mewakili pihak istana, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pasangan calon itu yang telah menjalin silaturahmi dengan kerabat Istana Alwatzikhoebillah di Kabupaten Sambas.
“Kami sangat mengapresiasi paslon ini yang mau berkunjung kemari, sehingga kita harapkan saat menjabat sebagai pemimpin Kalbar nanti bisa memperhatikan istana ini, karena selama ini pemerintah provinsi tidak pernah membantu perkembangan istana ini,” katanya.
Uray menjelaskan, Istana itu dulunya memang sebuah pusat pemerintahan kesultanan melayu di Sambas yang menaungi banyak suku, ada suku Dayak, Melayu, Cina dan suku-suku lainnya.
Kemudian, lanjutnya, saat negeri ini dibangun ada perjanjian antara Presiden Soekarno dengan raja-raja nusantara untuk bersatu menjadi sebuah negara Indonesia.
“Saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia semua kerajaan yang ada berikut rakyat ulayat yang ada bersama-sama menyumbangkan semua harta dan jiwa raganya untuk kemerdekaan negara ini. Dengan demikian diharapkan ke depan siapa pun gubernurnya bisa memperhatikan istana ini,” kata Uray.(anjas)

Leave a Reply