Kasetpres: “Mercy” Untuk Tamu Negara Sewaan

Jakarta, jurnalsumatra.com – Sekretariat Presiden menjelaskan belasan sedan bermerk Mercedes Benz yang akan digunakan untuk kendaraan tamu negara berstatus sewa.

  “Kami tentunya dalam waktu yang singkat menyewa, tapi persyaratannya secara singkat kami minta ya baru, yang memang benar-benar baru dari pabrik,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono ditemui di halaman Istana Negara Jakarta pada Kamis.

  Menurut Heru, harga sewa
  per unit kendaraan itu sekitar Rp1 miliar selama empat hari dan menggunakan anggaran Sekretariat Presiden.

  Sekretariat Presiden menyewa kendaraan itu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk digunakan oleh tamu negara yang akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10).

  Sebanyak 18 sedan Mercedes Benz yang dipamerkan di halaman Istana Negara terdiri dari dua tipe, yakni 12 unit S450 dan enam unit E300.

  “Jadi ada S450 untuk kepala negara dan setingkat utusan itu adalah E300,” jelas Heru.
  Setpres juga menyiapkan kendaraan cadangan sebanyak empat unit.   

  Kendati statusnya adalah sewa, namun Heru memastikan sejumlah kendaraan yang akan dipakai itu baru keluar dari pabrik.
  Heru menjelaskan total kendaraan “Mercy” yang akan digunakan yakni 12 unit S450, 13 unit E300, empat unit E250, 10 unit E200.

  Selain itu terdapat juga kendaraan lain yang akan digunakan untuk acara inaugurasi presiden yakni 18 unit Toyota Alphard, sembilan unit Toyota Camry, dan 27 unit Toyota Fortuner untuk pengawalan.

  Kasetpres menjelaskan sejumlah kepala pemerintahan/negara dan utusan negara sahabat yang berencana datang pada acara pelantikan antara lain Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, dan Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan, serta beberapa utusan negara dari Amerika Serikat dan Laos.(anjas)