Kasus Dugaan KKN Masih Mengambang

Lahat, jurnalsumatra.com – Penanganan kasus dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) terkait pengangkatan Drs A Cholil Mansyur MM selaku Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lematang oleh mantan Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM, pada Kamis (25/10/2018) lalu, yang kini kasus itu didalami oleh Kajari Lahat terkesan masih lamban dan mengambang.

Bahkan, sampai saat ini pihak Kajari Lahat dinilai belum juga menunjukkan taringnya serta keseriusannya untuk mengungkap siapa aktor dan dalang dari dugaan kasus Pengangkatan Direktur PDAM Tirta Lematang tersebut.

Tak pelak, akibat dari pengangkat kakak kandung dari mantan Bupati Marwan Mansyur SH MM selaku Direktur PDAM Tirta Lematang ini, mengundang berbagai reaksi dan aksi protes dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Himpunan Mahasiswa dan Pelajar (Himpela) Lahat, gelar unjuk rasa dihalaman Pemda Lahat pada Rabu (31/10/2018) lalu.

Aksi Himpela yang dimotori, Lydia, menuding Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM telah menyalahi Permendagri No 37 Pasal 35 tahun 2018, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas, atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pada huruf H, usia paling tinggi 35 tahun. Untuk pasal 57 hurup J, tidak pernah terpidana yang merugikan Negara.

Sedangkan, Drs A Cholil Mansyur MM sendiri pernah terhukum 1 tahun 8 bulan dipenjara atas kasus korupsi pembangunan tembok penahan Sungai Lematang, ketik Cholil Mansyur menjabat Kepala BPBD Lahat.

Tidak itu saja, Himapela dalam aksinya menilai pengangkatan Cholil Mansyur selaku Direktur PDAM Tirta Lematang cacat hukum dan terindikasi KKN.

“Ini jelas jelas sudah mengangkangi semua peraturan dan mencoba untuk membodohi masyarakat Kabupaten Lahat. Kami mintak Kajari Lahat dapat mengusut sampai tuntas, ” pesananya saat menggelar aksi demo.

Terakhir, setelah beberapa kali aksi protes terkait pengangkatan Direktur PDAM membuat pihak Kajari Lahat angkat bicara dan melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Kajari Lahat Jaka Suparna SH MH melalui Kasi Intelijen Kajari Lahat Bani Imanuel Ginting SH menegaskan, dari 11 orang saksi, 10 orang diantaranya sudah dipanggil dan dimintaki keterangan terkait pengangkatan Direktur PDAM Tirta Lematang.

“Selain 10 orang saksi yang sudah kita mintaki keterangan. Hari ini, sudah 3 Pejabat telah kita periksa. Hanya Ir Herman Qemar MM sudah dua kali dipanggil masih belum juga datang. Dan pagi tadi ada perwakilannya datang membawak surat keterangan Sakit Malaria. Semua laporan akan kita tindaklanjuti, ” kata Bani Imanuel Ginting, pada Rabu (19/12/2018) lalu.

Bukan hanya itu, Bani Imanuel Ginting menepis, anggapan tentang ketidakseriusan Kajari Lahat dalam menegakkan Supremasi hukum dalam penanganan dugaan Nepotisme yang dilakukan mantan Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM.

Guna untuk menindaklanjuti, serta menggetahui perkembangan kasus dugaan KKN ini, pada Kamis (3/1/2019) , wartawan jurnalsumatra.com mencoba menghubungi Kasi Intelijen Kajari Lahat Bani Imanuel Ginting SH melalui Via Telp mengatakan, kasus ini akan terus didalami.

“Tapi, rasanya kurang pantas menjelaskan melalui Via Telp. Alangkah baiknya kita bicarakan dikantor saja, biar semuanya jelas dan tidak berbeda ketika dibuat untuk berita, ” ungkap Bani secara singkat. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − two =