Kasus Kejahatan Di Tolitoli Meningkat 20 Persen

     Tolitoli,jurnalsumatra.com – Kasus kejahatan yang terjadi di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, meningkat 20 persen dari 321 kasus pada 2016 menjadi 382 kasus pada 2017, dengan jenis kejahatan paling menonjol adalah pencurian dan penganiayaan.
“Namun alhamdulillah, kemampuan penyelesaian kasus yang dilakukan jajaran Polres juga naik signifikan dari 207 kasus menjadi 249 kasus pada 2017,” kata Kapolres Tolitoli AKBP Moh Iqbal Alqudusy di Tolitoli, Sabtu.
Menurut dia, kasus pencurian biasa meningkat paling tinggi yakni mencapai 26 persen dari 83 menjadi 99 kasus.
Kondisi ini bisan menjadi salah satu indikasi bahwa masalah ekonomi masih menjadi penyebab utama terjadinya aksi kejahatan di daerah penghasil cengkeh terbesar di Sulteng itu.

Dari 27 jenis kejahatan yang diidentifikasi oleh Polres setempat, kasus pencurian kendaraan bermotor, kejahatan dalam rumah tangga (KDRT), curat dan penghinaan mengalami penurunan.
Pada 2017 ini, kata mantan Wakapolres Banggai Kepulauan itu, pihakya mengungkap satu kasus menonjol pencabulan dengan 21 orang korban anak SD, dan pelakunya adalah seorang tenaga pendidik di daerah itu.
Selain itu, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus penemuan sesosok mayat di depan rumahnya sendiri yang diduga sebagai akibat pembunuhan oleh beberapa orang, dan pelakukanya ternyata hanya satu orang yang berhasil diringkus 9 hari setelah kejadian.
Di bidang kejahatan narkoba, Polres Tolitoli pada 2017 berhasil menggagalkan penyelundupan narkpba dengan barang bukti 5,1 kg dari Kalimantan Utara, yang merupakan kasus narkoba terbesar di Sulteng selama ini.
Kapolres menghimbau dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat dalam memelihara situasi kamtibmas di Tolitoli, terutama dalam mengatasi kasus pencurian biasa yang merebak cukup luas selama 2017.(anjas)

Leave a Reply