Keamanan objek vital di Kalsel kondusif selama pandemi

Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Agus Mustofa mengatakan situasi keamanan seluruh objek vital di daerah itu kondusif selama pandemi COVID-19.

  “Alhamdulilah dalam tiga bulan terakhir termasuk saat mulai mewabahnya virus corona hingga sekarang, tidak ada kejadian tindak pidana di objek vital yang menjadi wilayah hukum Direktorat Pam Obvit Polda Kalsel,” kata dia di Banjarmasin, Jumat.

  Agus menyatakan, sejumlah tindak pidana memang dikhawatirkan bisa saja terjadi seperti pencurian dan sebagainya mengingat masa sulit akibat dampak dari virus corona.

  “Saya ingatkan anggota yang berjaga agar meningkatkan kewaspadaan. Baca selalu dinamika situasi di lingkungan sekitar objek vital agar dapat diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

  Agus mengungkapkan, di Kalsel ada sekitar 100 objek vital yang memerlukan pengamanan khusus dari jajarannya. Di antaranya objek vital nasional dan lingkungan industri serta kawasan tertentu yang memerlukan pengamanan khusus.

  Diakui dia, kekuatan sekitar 75 personel yang dikerahkan untuk pengamanan berbagai objek vital belum ideal mengingat keterbatasan anggota.

  “Personel yang murni anggota Ditpamobvit hanya 45 orang. Selebihnya kita dibantu Brimob, Samapta dan Dittahti untuk mengakomodir permintaan pengamanan seperti perusahaan yang masuk kategori objek vital dan sebagainya,” beber Agus.

  Untuk itulah, kata dia, Polda Kalsel menerapkan skala prioritas menyiasati keterbatasan personel tersebut. Kemudian juga menekankan pada peningkatan kualitas kemampuan anggota agar dapat memberikan bantuan pembinaan, koordinasi sispam, dan pelatihan kepada petugas keamanan internal objek vital bersangkutan.

  Agus menambahkan, pentingnya program bina lingkungan yang dijalankan sebuah objek vital selalu dia tekankan sehingga dapat terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif.

  “Anggota sendiri juga selalu saya ingatkan agar senantiasa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar di areal objek vital yang diamankan. Istilahnya kulonuwun agar masyarakat dapat menerima keberadaan anggota dan selalu bersinergi saling membantu,” tandasnya.(anjas)