Kebun Dirusak Mamasim Polisikan Maruk

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Kesal dan emosi melihat kebun dan tanah dirusak. Membuat Mamasim (75) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur, Lahat, melaporkan Maruk (40) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur, Lahat, ke-Polisi.

Memuncaknya pital, pria yang sudah uzur ini karena lebih kurang 300 pohon kopi ditambah lagi pohon jengkol dan pohon lainnya ditebang oleh Maruk. Sehingga membuat dirinya harus mempersoalkan atas kerusakan itu, melalui jalur hokum.

“Hal ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Merapi Barat, karena saudara Maruk sudah menebang pohon di kebun milik saya tanpa seizin saya, apalagi waktu ia melakukan penebangan pohon itu, saya tidak berada di rumah karena saya waktu itu berada di Pagaralam. Dan tahu-tahu waktu saya pulang ke dusun Gunung Kembang, betapa terkejutnya melihat pohon jenis kawe (kopi, red), jengkol, dan pohon lainnya yang ada di kebun0 sudah di tebangnya,” terang Mamasim dengan berapi-api, Senin (20/11/2017).

Ia menjelaskan, sebelum dirinya melapor ke-Polsek Merapi, hal tersebut sempat ditanyakan kepada Maruk yang di duga melakukan pengerusakan. Namun, dirinya berkilah dan mengaku bahwasannya ratusan pohon yang ditebang masuk tanah miliknya.

“Jelas kesal sekali. Saat saya tanyakan masalah tersebut, Maruk mengaku tanah dan pohon yang ditebang miliknya. Oleh sebab itu, persoalan ini saya bawak kemeja penyidik agar dapat segera di proses secara hokum. Apalagi tindakan saudara Maruk sudah jelas-jelas menyalahi,” tambahnya lagi.

Menurutnya, tanah dan kebun miliknya itu adalah milik kakeknya yang bernama Ki Haji Badulah yang merupakan warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur. Dimana tanah dan kebun itu diwariskan dari turun temurun, sampai ke Mamasim.

“Tanah dan kebun ini sudah diwariskan dari tiga keturunan, mulai dari Nineng (kakek, red), bapang saya dan saya. Eh tahu tahu kok di rusak oleh orang yang mengatakan kebun itu adalah miliknya, apalagi surat  tanah dan kebunnya ini ada pada saya. Serta bukti tanahnya pun juga ada dengan saya,” akunya lagi.

Bahkan katanya lagi, lokasi kebun dan tanah milik Mamasim tersebut memang berada dengan perusahaan galian C. Tak hanya itu saja, kebun milik Mamasim juga dikontrakan untuk jalan bagi mobil perusahaan yang melintas.

“Iya, kebun ini juga saya kontrakan untuk jalan bagi mobil perusahaan yang melintas. Dimana saya kontrakan jalan ini sudah hampir 11 bulan. Dan Alhamdulillah setiap bulannya saya menerima dari perusahaan yang mengkontrak kebun saya ini untuk akses jalan bagi mobil perusahaan   sebesar Rp 2 juta,”terangnya, seraya menambahkan, agar pihak kepolisian dapat mengusut kasus pengerusakan kebun ditanah miliknya itu.

Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi, SIK melalui Kapolsek Merapi Barat AKP Sofian Ardeni SH dikonfirmasi membenarkan bahwa anggotanya telah menerima laporan korban Mamasim (75) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur, terkait dugaan pengerusakan yang dilakukan Maruk (40) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur, Lahat.

“Saat ini anggota kita sedang mencari bukti-bukti kongkrit. Termasuk akan segera memanggil Maruk warga Desa Gunung Kembang itu, dalam waktu dekat. Untuk sementara ini, kasus yang ada masih kita dalami,” tutur Sofian. (Din)

Leave a Reply