Kedatangan Ishak Mekki Histeriskan Pengunjung Pulau Kemaro

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Kedatangan Calon Gubernur (Cagub) Sumsel, H. Ishak Mekki ke Pulau Kemaro secara tiba-tiba, Kamis (1/3) sore, menjadi kebanggaan tersendiri bagi ribuan massa pegunjung kawasan wisata budaya di Kota Palembang ini. Pekik histeria massa pun terjadi manakala Cagub yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel menyambangi kerumunan mereka yang saat itu masih mewarnai puncak perayaan Cap Go Meh tahun ini.

“Ishak – Yudha Menang, Ishak Mekki Gubernur,” demikian massa yang rata-rata warga keturunan Tiong Hoa tersebut berteriak sambil diiringi dengan gemuruhnya suara genderang kesenian Barongsai.

Ishak Mekki yang hadir di kawasan itu bersama rombongan pun tak dapat menyembunyikan rasa kagum dan haru saat mereka menyatakan siap memilih nomor tiga di Pilgub Sumsel, 27 Juni 2018 mendatang, dan secara bergantian mereka meminta foto bersama atau swa-foto (selfie).

Sembari mengelilingi arena wisata itu, Ishak Mekki kepada awak media yang menghampirinya menyatakan terima kasihnya kepada para pengunjung Pulau Kemaro baik yang berasal dari kota Palembang maupun yang sengaja datang dari luar Palembang dalam rangka mengikuti perayaan Cap Go Meh tahun ini.

Mantan Bupati OKI dua periode ini juga mengucapkan selamat tahun baru Cap Go Meh kepada warga yang merayakannya, dan menyampaikan salut kepada para pengunjung yang telah mampu menjaga kondusifitas kawasan ini meski sekedar untuk berwisata dan menyaksikan bagaimana perayaan Cap Go Meh itu.

“Kita bangga dengan kawasan wisata Pulau Kemaro ini yang telah menyedot ribuan pengunjung tak hanya dari sekitar kota Palembang melainkan dari berbagai daerah di Sumsel, Indonesia bahkan dari mancanegara terutama dalam merayakan tahun baru Tiong Hoa, Cap Go Meh,” kata Cagub Sumsel yang dalam Pilgub ini berpasangan dengan Yudha Pratomo Mahyuddin.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini menyatakan apresiasinya kepada para pengunjung Pulau Kemaro yang bukan berasal dari etnis Tiong Hoa yang dalam Cap Go Meh ini turut meramaikan meski hanya untuk berwisata.

“Apresiasi ini saya sampaikan, karena mereka yang sekedar berwisata dan hanya melihat dari dekat bagaimana dan apa itu Cap Go Meh telah mampu menjaga suasana menjadi kondusif dengan terjalinnya kerukunan antarumat beragama,” pungkasnya.(her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =