Keindahan Pantai Krui yang Dirampas Orang Asing

jurnalsumatra,lampung,pesisirbarat
Keindahan Pantai Krui yang Dirampas Orang Asing

Krui, Pesisirbarat, Lampung, jurnalsumatra.com –  Krui dahulunya merupakan bagian dari kabupaten Lampung Utara, kemudian terjadi pemekaran dan menjadi bagian dari Lampung Barat, kini Krui menjadi Ibukota Kabupaten Lampung pesisir barat.

Krui memiiliki pesona alam laut pantai dan gunung, akan tetapi asset wisata ini terusik dengan menyerbunya warga Negara asing memiliki property disana terutama pantai tanjung setia antara kota agung dan krui tepatnya wilayah walor dan biha.

Kabupaten yang berumur empat tahun dengan pemerintahan defenitifnya baru dua tahun terkesan kurang jeli dengan permasalahan property yang dikuasai asing dengan modur menikahi warga Negara Indonesia untuk menguasai pesona lamanya.

Informasi ini dihimpun oleh jurnalsumatra.com melalui sumber Zahrin putra daerah yang lahir besar bersekolah menikah dan menetap di Krui.

jurnalsumatra,lampung,pesisirbarat
Keindahan Pantai Krui yang Dirampas Orang Asing

Menurut Zahrin pria kelahuran Pekon Lok Pulau Pisang ini, dirinya mengkhawatirkan dengan menyerbunya WNA asal Australian, Canada dan Amerika ini mereka membeli tanah dengan harga sangat tinggi sehingga merusak harga pasaran tanah bagi penduduk setempat untuk membangun hotel mini dan resort ditepi pantai.

Lebih lanjut Zahrin menceritakan kepada jurnalsumatra.com pesona krui bukan hanya sekedar pantai gunung dan laut saja tetapi krui memiliki segudang kuliner yang lezat dan patut dicicipi turis manca Negara maupun local.

jurnalsumatra,lampung,pesisitbarat
Keindahan Pantai Krui yang Dirampas Orang Asing

Diantaranya masakan ikan Tuhuk dalam bahasa Indonesia Ikan Todak dalam bahasa asingnya Blue Marlin, ikan ini sungguh lezat bila dimasak menjadi gulai taboh, pros masin maupun disambal, kemuadian masakan pandap, lauk yang terbuat dari daun talas ini bila dimasak dengan campuran ikan laut kelezatanya sungguh tiada tara.

Selain ikan tuhuk ada ikan karang yang cukup pavorit di krui dan pulau pisang yakni ikan merala, ikan ini memiliki kenikmatan dan sensasi tersendiri dalam menyantapnya. Kemudian ada panganan lainya seperti kue cucur, kue tar juga ada kue serabi.Untuk budaya sandang Krui memiliki seni sandang tradisionilnya yakni kain tapis,

Diakhir cerita pesona alam krui melebihi pesona alam pulau bali hanya belum ada investor dan keseriusan pemda setempat untuk mengelolanya saja. (eka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =