Kejari Makassar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

   Makassar, jurnalsumatra.com – Kejaksaan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan memusnahkan barang bukti hasil kejahatan seperti, narkoba, kosmetik ilegal dan senjata tajam hasil dari para terdakwa yang sudah divonis dengan hukuman berkekuatan tetap.
“Pemusnahan ini atas perkara hukum berkekuatan tetap dengan vonis pengadilan baik yang banding maupun telah melakukan kasasi. Pemusnahan ini pertama dilaksanakan diawal 2018,” kata Kepala Kajari Makassar Dicky Rachmat Raharjo di sela pemusnahan di halaman kantornya, Makassar, Rabu.
Menurutnya, pemusnahan barang bukti tersebut menjadi kegiatan rutin Kejari Makassar, namun ada yang mencolok dalam beberapa kasus dimana rata-rata anak-anak dibawah umur selain menjadi pengguna juga berprofesi sebagai kurir.
Selain itu, peran serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut memberikan kontribusi dalam penindakan peredaran barang kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya, sehingga perlu peran serta semua pihak dalam memerangi peredaran narkoba serta barang terlarang lainnya.
“Dalam beberapa kasus anak-anak ikut terlibat dalam peredaran narkoba sekaligus pengguna. Hal ini juga memicu terjadinya kasus kekerasan berkaitan dengan narkoba. Tahun 2017 jumlah pengguna narkoba sekaligus kurir 20 persen adalah anak-anak serta remaja,”beber dia.

    Dirinya mengemukakan ada benang merah antara pengguna dan peredaran narkoba dengan kekerasan atau perilaku begal saling berkaitan satu sama lain. Dari beberapa kasus yang mengemuka pelakunya adalah anak-anak dibawah umur juga remaja.
Bahkan peredaran kosmetik ilegal ditemukan penegak hukum bersama BPOM Makassar diduga mempunyai sindikat menyalurkannya ke masyarakat perlu diwaspadai, selain merusak juga melanggar aturan kepabeanan.
“Untuk itu mari kita sama-sama berperan termasuk media dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyalahgunaan narkotika termasuk peredaran kosmetik ilegal, tidak hanya Pemda, kejaksaan maupun kepolisian berperan tetapi masyarakat merupakan bagian dari penegak hukum,”harap dia.
Barang bukti narkoba dimusnahkan yakni Sabu seberat 349,573 gram, ganja 167,945 gram, dan ekstasi sebanyak 11 butir dengan total keseluruhan seberat 517,5 atau setengah kilo gram.
Kemudian barang bukti obat terlarang seperti tramadol, somadril, THD, PCC, Carnaphen dan Dextro total sebanyak 519,847 butir.
Barang bukti senjata tajam hasil kejahatan kekerasan yakni badik 13 buah, anak panah 61 buah, ketapel 19 buah parang atau pisau 15 buah dengan total 108 buah.
Sedangkan barang bukti ponsel yang digunakan pelaku sebanyak 26 buah. Barang bukti pelanggaran Undang-undang ITE yakni 44 kartu ATM, satu rangkaian elektronik kamera mini, hardisk, smart warless, flashdisk, card reader memori dan alat lainnya.
Disela pemusnahan itu terjadi insiden ledakan saat barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar. Diduga baterai ponsel bercampur bahan kimia yang ada di kosmetik ilegal tersebut memicu terjadinya ledakan. Dampak ledakan tersebut juga melukai dua orang korban. Satu sekuriti dan satu lainnya pengunjung.(anjas)

Leave a Reply