Kejari Mataram Teliti Berkas Pungli Prona Mambalan

     Mataram, jurnalsumatra.com – Tim jaksa dari Kejaksan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, kembali meneliti berkas kasus dugaan pungutan liar dalam program pemerintah tentang Proyek Operasi Agraria Nasional (Prona) tahun 2016 di Desa Mambalan, Kabupaten Lombok Barat.
Kasi Pidsus Kejari Mataram Andritama Anasiska di Mataram, Kamis, mengatakan, ini adalah penelitian untuk kedua kalinya setelah sebelumnya dikembalikan ke penyidik kepolisian karena jaksa peneliti menilai masih ada kekurangan dalam berkasnya.
“Berkasnya baru masuk pekan ini, pastinya akan diteliti lagi, apa masih ada kekurangan atau tidak, kalau ada yang masih kurang, kita berikan petunjuk, kalau sudah cukup, ya kita P21 (nyatakan lengkap),” kata Andritama.

     Terkait dengan pernyataan jaksa, Kasat Reskrim Polres Mataram Kiki Firmansyah, mengharapkan untuk pelimpahan kedua ini, berkas milik tersangka dengan inisial LAY, Kepala Desa Mambalan, dapat dinyatakan lengkap.
“Kita berharap berkasnya bisa segera P21,” kata Kiki.
Namun bila hasil penelitiannya menyatakan masih terdapat kekurangan dan itu menjadi alasan pengembalian, Kiki memastikan bahwa penyidik akan berupaya secepatnya untuk melengkapi kekurangan tersebut.
“Kalau memang masih ada kekurangan, kita akan upayakan secepatnya,” ujarnya.
Dalam berkas LAY, Tim Penyidik Satreskrim Polres Mataram telah merampungkan keterangan ahli pidana maupun hasil perhitungan kerugian korban yang tidak lain merupakan warga Desa Mambalan.
Dari hasil perhitungannya, kerugian korban mencapai angka Rp111 juta. Nominal tersebut muncul dari pendataan 258 dari 350 warga yang sebelumnya telah mengajukan penerbitan sertifikat ke desa.(anjas)

Leave a Reply