Kejurprov Catur Kalteng Pertandingkan 21 Cabang Lomba

       Buntok, Kalteng jurnalsumatra.com – Sebanyak 21 cabang lomba dipertandingkan pada kejuaraan catur tingkat provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Buntok,  Kabupaten Barito Selatan.
“Untuk sistem pertandingan menggunakan aplikasi swiss manager yang mengacu pada peraturan FIDE yang berlaku, dan disepakati pada saat technical meeting,” kata ketua panitia penyelenggara, Adiyat Nugraha, di Buntok, Minggu malam.
Kategori lomba yang dipertandingkan yakni kelas junior putra kelompok umur A-G sebanyak 7 cabang/kategori. Kemudian junior putri kelompok umur A-G sebanyak 7 cabang lomba.
Sedangkan cabang senior putra lanjut dia, terdiri dari cabang catur klasik, catur cepat, catur kilat, dan catur veteran usia (usia 55 tahun keatas).
“Kemudian senior putri yang terdiri dari catur klasik, catur cepat, dan catur kilat sehingga total cabang  yang diperlombakan pada kegiatan ini sebanyak 21 cabang/kategori,” kata Adiyat Nugraha yang saat ini menjabat sebagai ketua Komite Olahrga Nasional Indonesia (KONI) Barito Selatan itu.

Menurut dia, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini salah satunya untuk meningkatkan prestasi atlet, sekaligus mempersiapkan atlet Kalimantan Tengah untuk mengikuti kejurnas catur yang akan dilaksanakan di Provinsi Aceh Darussalam pada 2018 ini.
Sementara Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih, karena kabupaten ini telah dipercayakan menjadi tuan rumah kejuaraan catur tingkat provinsi.
“Kita sangat mendukung kegiatan lomba yang dilaksanakan ini,” ujar Bupati.
Karena, lanjut dia, secara umum olahraga merupakan bagian dari pembangunan manusia yang sehat jasmani, dan rohani sebagai salah satu dimensi penting bagi manusia Indonesia seutuhnya.
Ia juga berharap melalui kejuaraan ini bisa melahirkan jawara-jawara yang tangguh guna mengangkat nama, dan panji Kalimantan Tengah dikancah nasional, bahkan internasional.
“Kejuaraan ini juga dapat dijadikan momentum evaluasi kemampuan hasil latihan kita selama ini. Kalah, dan menang merupakan hal biasa dalam suatu pertandingan,” ucap Eddy Raya Samsuri.
Ia meyakini, para atlet yang bertanding ini merupakan calon master nasional, master internasional, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi grandmaster-grandmaster dunia jika mereka terus berlatih keras, dan disiplin.
Acara kejuaraan catur yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum Jaro Pirarahan Buntok tersebut diikuti 253 orang atlet, dan ofisial dari sejumlah kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Tengah yang berjuluk Bumi Tambun Bungai ini.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =