Kekerasan Kepada Anak Di Gorontalo Menurun

    Gorontalo, jurnalsumatra.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mencatat jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) turun dibandingkan tahun 2016.
Dewi Masita Usman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, Kamis, mengatakan bahwa pada tahun 2016 kasus kekerasan anak sebanyak 47 kasus dan KDRT sebanyak 19 kasus.
“Pada tahun ini turun, khusus kekerasan kepada anak sebanyak 20 kasus dan KDRT delapan kasus,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari banyak faktor, kasus kekerasan tersebut terjadi karena disebabkan oleh minuman keras (miras), pemanfaatan internet yang kurang baik serta keimanan dan ketakwaan yang dinilai masih kurang.
“Sedangkan untuk kasus pencabulan pada tahun ini ada 15 kasus sedangkan lima kasus lainnya merupakan penganiayaan dan juga pelecehan seksual,” ucap dia.
Dewi menegaskan, namanya kasus pelecehan seksual, tidak ada kata tawar menawar karena pelakunya langsung diproses dan dipidanakan.
“Kita melakukan pendampingan khusus dan bekerjasama dengan pihak Kepolisian serta Kejaksaan dan Pengadilan. Jadi jika ada kasus yang tidak sempat masuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) maka langsung ditangani oleh pihak Kepolisian,” kata dia.
Begitupun untuk visum, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak akan melakukan pendampingan hingga gelar perkara.(anjas)

Leave a Reply