Kelompok Bina Desa Maburai Kembangkan Kain Sasirangan

     Tanjung, jurnalsumatra.com – Kelompok bina Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mengembangkan pembuatan kain sasirangan, kain khas Banjar sebagai sumber penghasilan warga lokal.
Menurut salah satu anggota kelompok bina desa Misbahwati di Tanjung, Sabtu mengatakan saat ini sebanyak 18 orang yang sudah membuat kain sasirangan.
“Sejak 2017 kelompok kami sudah mendapatkan pelatihan pembuatan kain sasirangan melalui program corporate social responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia,” jelas Misbahwati.
Semula kelompok bina desa ini mendapatkan pelatihan soal pewarnaan kain dengan menggunakan pewarna alami.

     Sekarang Misbahwati dan sejumlah anggota lainnya sudah mandiri memproduksi kain sasirangan termasuk menjadi instruktur atau memberikan pelatihan bagi kelompok masyarakat lainnya.
Misbahwati menyebutkan bisa memproduksi kain sasirangan 50 lembar tiap bulannya dengan harga bervariasi dari Rp130 ribu sampai Rp230 ribu per lembar kain.
“Untuk kain sasirangan dengan pewarna alami harganya lebih tinggi dibanding pewarna buatan,” jelas Misbahwati.
Sebelumnya Misbahwati bersama rekannya memberikan pelatihan pembuatan kain sasirangan bagi 17 anggota warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Klas III Tanjung.(anjas)

Leave a Reply