Kematian Misterius Dialami Seorang Pria


Muba, jurnalsumatra.com – Kematian Bobi (31) warga dusun 1 Desa Kasmaran yang ditemukan dengan posisi tergantung dirumah kontrakan pacarnya didesa Ulak Teberau Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba), Selasa (4/6/2019) malam, menimbulkan tanda tanya pihak keluarga, karena menurut mereka terdapat beberapa keganjilan.  

“Sekitar pukul 9.00 kami keluarga diberitau bahwa Bobi gantung diri, sehingga kami  mendatangi TKP. Setibanya di tkp orang sudah ramai polisi sudah ada. Kami keluarga melihat langsung jasad korban, memang posisinya tergantung, namun sangat rendah, setinggi kusen pintu dapur, bahkan kaki sebelah kanan melipat dilantai. ”Ujar Epriyadi (33) kakak ipar korban saat dibincangi wartawan Jurnal Sumtra.com Kamis (6/6/2019).

Epriyadi juga menjelaskan bahwa sebelum datangnya tim porensik anggota polsek Babat Toman sudah menyuruh warga untuk menurunkan jasad korban.  

“Setelah tim porensik datang, posisi mayat sudah dibawah, sudah banyak disentuh tangan warga, bahkan pihak porensik terlihat marah dengan petugas yang memerintahkan warga menurunkan mayat.”Sesalnya.          

Sementara Pasri (60) orang tua korban berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap penyebab kematian korban. “Kita tidak menuduh siapa-siapa, kami hanya ingin tahu apa penyebab sebenarnya. Karena terdapat beberapa keganjilan,  pertama posisi kaki korban melipat/menyentuh lantai. Kedua dipergelangan tangan korban ada tali rapiah warna hijau. Tiga pas keluarga memandikan jenazah dibawah ketiaknya sebelah kiri ada bekas gigitan. Ke-empat penghuni rumah atau pacar korban mengaku kalau sebelum korban gantung diri sempat ribut dengannya.  

Jika korban memang gantung diri kami ihklas, tapi kendak aku penghuni rumah itu dipanggil ke polsek bukan diintrogasi di TKP, mustahil orang meninggal atau gantung diri dirumahnya dia tidak tahu,”harap dia.

Sedangkan pacar korban Sitora Elviana (35) warga dusun 1 Desa Ulak Teberau saat dimintai keterangan menjelaskan, bahwa korban datang sendirian kekontrakannya menggunakan motor, bahkan janda tiga anak ini mengaku kalau dirinya kurang lebih 2 tahun berpacaran dengan korban.

“Tidak lama lagi kami mau nikah, trus mengingat besok mau lebaran, dia saya suruh pulang, mungkin mau berkumpul dengan keluarga, tetapi dia ngotot tidak mau pulang sampai-sampai kami bertengkar omongan bahkan dia nyaris melakukan kekerasan, mengancam dan mau membunuh saya. Terus saya ngomong silakan saya rela sampai dia mengarahkan parang ke leher saya, saksinya kedua anak saya ini bahkan saya hampir kehilangan nafas. Kemudian saya berontak aku gigit dia, lupa bagian mana yang saya gigit yang pasti ada bekas gigitan.”Jelas Elviana.

Diceritakannya juga setelah suasana tenang korban duduk dikursih sambil menonton TV sambil merokok. “Terus dia  ngomong, berhentilah kamu mau marah-marah dengan saya, aku tidak ada lagi tempat mangadu selain dengan kamu, keluarga tidak ada lagi yang senang dengan saya, semua yang saya kerjakan tidak ada yang benar dimata mereka. ini kamu juga yang mau meninggalkan aku, mau bagaimana lagi saya ini. Saat dia ngomong seperti itu aku diam kemudian saya masuk ke kamar untuk menidurkan anak.

Kira-kira sekitar 20 menit Riska anak saya pulang dari membeli makanan di babat dan mengetok minta dibukakan pintu, namun tidak terdengar dari dalam rumah, lalu dia mengetok ke arah kamar dibagian luar rumah, lalu saya berkata “ ada omnya didepan, bukakan pintu tapi tidak ada sautan, ketika aku kedepan memang tidak ada lagi.

Kemudian saya kebelakang mungkin memasak mie didapur, tidak ada, di WC tidak ada, setelah membuka pintu kamar mandi saya lihat sudah tergantung, hingga aku menjerit dan memeluknya sambil menggerak-gerakan tubuhnya tetapi tidak ada reaksi, lalu saya membalikan badannya ternyata lidahya sudah keluar dan air liurnya sudah menetes. Selanjutnya saya menyuruh anak memanggil kadus, lalu kadus memanggil kades dan kades menelpon polisi.”Kata Elviana.  

Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE,MM melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH, MH mengatakan, bahwa kasus tersebut masih menunggu hasil visum. “ Mau dilakukan otopsi keluarganya nolak, jadi tinggal menunggu hasil visum, kita tidak bisa menyimpulkan kak sebelum hasil visum, senin atau selasa ini hasilnya baru keluar.”Jelas Kasat. (Rafik Elyas)