Kemdikbud-Kementerian PUPR Luncurkan Uji Kompetensi Konstruksi

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan uji kompetensi keahlian (UKK) dan sertifikasi siswa SMK bidang konstruksi.
“Bidang konstruksi adalah salah satu prioritas pembangunan nasional yang diyakini akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu Kemendikbud bersama Kemen PUPR melakukan UKK dan sertifikasi kompetensi siswa SMK di 13 SMK uji coba pelaksanaan ‘link and match’ bidang konstruksi di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemdikbud M Bakrun dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan bidang kontruksi dalam mendorong aktivitas perekonomian di Tanah Air harus dijawab dengan strategi pemenuhan tenaga kerja sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
“Oleh sebab itu Kemdikbud dengan Kemen PUPR menyepakati melalui nota kesepahaman bidang konstruksi yang telah ditandatangani pada tanggal 16 Maret 2016,” kata dia.
Dengan adanya kesepakatan kerja sama tersebut diharapkan dapat membina SMK sehingga mampu menghasilkan calon tenaga kerja bidang konstruksi sesuai dengan kebutuhan konstruksi Indonesia.
Proses yang dilakukan di SMK juga diharapkan memiliki keselarasan dengan kebutuhan industri konstruksi.
Sebelumnya, Kemdikbud dan Kemen PUPR menyepakati Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Kompetensi Bidang Konstruksi di SMK pada 16 Maret 2016. Tujuan kedua kementerian tersebut adalah untuk membina SMK sehingga mampu menghasilkan calon tenaga kerja bidang konstruksi sesuai dengan kebutuhan konstruksi di Indonesia. Proses yang terjadi di SMK diharapkan memiliki keselarasan dengan kebutuhan di industri konstruksi.

Selanjutnya, setelah penandatangan nota kesepahaman tersebut, kedua kementerian melakukan kegiatan bersama, yakni survei sarana dan prasarana di SMK, penyelarasan kurikulum SMK bidang teknik gambar bangunan serta teknik konstruksi batu dan beton yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain itu juga dilakukan penyusunan modul pembelajaran bidang teknik gambar bangunan dan teknik konstruksi batu dan beton, peningkatan kapasitas guru kejuruan di SMK, mengundang instruktur dari industri ke SMK, penyusunan pedoman pemagangan, uji kompetensi keahlian, penilaian kepada siswa SMK, dan sertifikasi
Proses peningkatan kompetensi bidang konstruksi terutama untuk menyampaikan kebutuhan industri di SMK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melibatkan Balai Jasa Konstruksi dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi di beberapa provinsi. Balai Jasa Konstruksi yang turut serta adalah Wilayah I Aceh, Wilayah II Palembang, Wilayah III Jakarta, Wilayah IV  Surabaya, Wilayah V Banjarmasin, Wilayah VI Makassar, dan Wilayah VII Jayapura.
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang berpartisipasi adalah dari provinsi Aceh, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Sebanyak 13 SMK yang ditunjuk sebagai proyek percontohan  program yakni SMKN 2 Langsa, SMKN 2 Palembang, SMKN 1 Jakarta, SMKN 4 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 56 Jakarta, SMKN 3 Kuningan, SMKN 2 Purwodadi, SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 1 Bendo Magetan, SMKN 5 Banjarmasin, SMKN 2 Makassar, dan SMKN 3 Jayapura.
UKK dilaksanakan bekerja sama dengan LPJK yang sekaligus melaksanakan sertifikasi bagi 1.301 siswa SMK sesuai dengan jabatan kerja berdasarkan kompetensi keahlian di SMK sasaran proyek percontohan.
Bakrun menyampaikan hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan kerjasama tersebut adalah pelatihan asesor bagi 620 guru SMK di Indonesia, penyusunan 9 skema sertifikasi, penyesuaian kurikulum teknik konstruksi batu dan beton serta teknik gambar bangunan, identifikasi kesiapan sarana dan prasarana pada 13 SMK pilot project, harmonisasi proses sertifikasi LPJK dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan bimbingan teknis penyelarasan bagi guru bidang teknik konstruksi batu dan beton serta teknik gambar bangunan dari 13 SMK percontohan.
Ia berharap, melalui kerja sama itu diharapkan setiap lulusan SMK di bidang konstruksi akan mendapatkan sertifikat keahlian yang diakui oleh industri. Hasil positif dari kerja sama tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi SMK di Tanah Air.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 8 =