KEMEN KP Restorasi Pantai Aceh Barat

     Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com  – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, mulai membangun penahan gelombang untuk restorasi atau pemulihan garis pantai guna memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Mahli, di Meulaboh, Senin, mengutarakan, pembangunan tahap awal 160 meter penahan gelombang itu, untuk memitigasi kawasan pesisir dari bencana dari laut.
“Tahap pertama memang tidak begitu panjang, tapi nanti akan kita usulkan lagi kelanjutan pembangunan tebing pengaman pantai hingga panjang minimal 1 hektare, itu sudah mencakupi sepanjang garis pantai yang rawan bencana dari laut,” sebutnya.
Dia menyampaikan, dengan alokasi dana sekitar Rp2 miliar itu, kawasan yang direstorasi mencakupi wilayah Desa/ Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, sebelumnya lokasi tersebut telah dikunjungi oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementrian KP RI.
Mahli, menuturkan, apabila kondisi pesisir tersebut sudah aman, maka selanjutnya mudah dilakukan pengembangan usaha ekonomi masyarakat, kemudian sasaran pembangunan sumber daya masyarakat pesisir akan bisa dilakukan secara berlanjut.
Pemukiman masyarakat setempat kata Mahli, sering dilanda banjir rob atau banjir pasang air laut karena berhadapan langsung dengan laut lepas Samudera Hindia-Indonesia, bahkan sudah beberapa kali dibangun tebing pengaman sudah hancur dan ambruk.
“Ini karena prosesnya akhir tahun, maka volume pekerjaan terbatas, targetnya pada Desember 2017 sudah selesai. Kelanjutannya nanti mungkin kerjasama kementrian terkait, sebab itu sudah diprogramkan sampai sepanjang garis pantai,” jelasnya.
Beberapa tahun lalu, di kawasan tersebut prnah dibangun tangul penahan gelombang dengan batu beton, namun kemudian tenggelam dan terseret gelombang, kemudian dibangun kembali tanggul terbuat dari karung goni buatan Negara Jerman, juga hancur.
Karena itu sebut Mahli, saat ini pembangunannya dengan menggunakan material munjing yang di cor, kemudian pondasinya itu lebih diperkuat dengan menanam coran munjing hingga ke dalaman 3-4 meter ke dalam tanah, untuk mencegah terjadi sendimentasi.
Sebab selama ini tanggul pengaman yang semua yang telah hancur, berawal dari lemahnya pondasi, sehingga material yang hanya ditempatkan di atas permukaan pasir, tidak kuat menahan sendimentasi dari gerusan gelombang pantai atau abrasi pantai.
“Makanya saat ini pembangunanya di keruk dulu sampai 3-4 meter ke dalam, panjangnya. Tahap selanjutnya, baru dipikirkan untuk bangunan tebing di bagian atasnya, kemudian panjangnya juga kita harapkan bisa maksimal,” katanya menambahkan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − seventeen =