Kemenag Ajak Siswa Bersekolah Di MAN IC

    Batam, jurnalsumatra.com – Kementerian Agama Wilayah Kabupaten Bintan mengajak siswa SMP muslim di wilayahnya untuk melanjutkan jenjang pendidikan di sekolah unggulan, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia yang berlokasi di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kemenag Kabupaten Bintan Muhammad Nasir dalam siaran pers, Rabu, mengatakan MAN Insan Cendekia Batam menerapkan pola pendidikan tersendiri, untuk melahirkan insan yang cendekia, memiliki  keseimbangan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan sikap mental yang baik.
“Anak madrasah di daerah harus bersanding pada level nasional. Saya kira tempat yang tepat untuk mempersiapkan diri kita adalah di MAN IC. Oleh karena itu persiapkan diri dengan menentukan sikap dari sekarang untuk menuntut ilmu di MAN IC dengan belajar sungguh-sungguh,” kata Muhammad Nasir.
MAN Insan Cendekia Batam dipercaya mampu melahirkan cendekia sekaligus pemimpin masa depan yang mendukung Bintan Gemilang.

Saat ini, hanya delapan siswa MAN Insan Cendekia Batam yang berasal dari Kabupaten Bintan, karena ketatnya persaingan untuk masuk di sekolah unggulan itu.
“Tentu target kita tahun ini meningkat, harus lebih dari 8 orang karena itu berada di daerah kita,” kata dia.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Abu Sufyan juga berharap pada tahun ajaran mendatang, MAN Insan Cendekia Batam banyak menjaring peserta didik dari daerah sendiri.
Sementara itu, Kepala MAN Insan Cendekia Batam, Zakia bercerita, cikal bakal MAN Insan Cendekia Batam telah dicetuskan sejak periode Menteri Agama RI Maftuh Basyuni dan akhirnya terealisasi pembangunan MAN IC Batam pada tahun 2015.
“Pada tahun 2016 MAN Insan Cendekia Batam telah menerima siswa baru dan di-‘launching’ pada 16 Juli 2016 oleh Direktur Madrasah Kemenag RI Prof Dr Phil Nur Kholis Setiawan,” ujar Zakia.
MAN Insan Cendekia Batam menargetkan minimal 90 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi yang berkualitas di dalam dan luar negeri.
Selain itu, MAN Insan Cendekia Batam juga berupaya menciptakan kehidupan religius di lingkungan madrasah yang diperlihatkan dengan perilaku ikhlas, mandiri, sederhana, ukhuwah, dan bebas berkreasi.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =