Kemendagri Tandatangani Kontrak E-Catalogue Blanko KTP-EL

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Dalam Negeri menandatangani kontrak pengadaan blanko kartu tanda penduduk elektronik melalui katalog elektronik sektoral dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) di Jakarta, Selasa.
Pelaksana Tugas Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo mengatakan pemesanan dan pembelian blanko KTP-el secara elektronik tersebut lebih efisien karena mencegah potensi gagal lelang.
“Pelelangan selama ini selalu mengalami keterlambatan karena gagal lelang, menang lelang tapi masih disomasi, sehingga tidak bisa langsung bekerja dan proses lelangnya panjang,” kata Hadi usai acara di gedung Kemendagri Jakarta, Selasa.
Kontrak pengadaan blanko KTPel melalui e-catalogue sektoral kali ini dilakukan untuk pembelian blanko pada tahun  2017 dan 2018. Hingga akhir Desember 2017, Kemendagri menargetkan pembelian blanko sekitar 6,75 juta keping; sementaru di 2018 sebanyak 16 juta keping blanko KTP-el.

    Fleksibel
Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh mengatakan melalui pengadaan dan pembelian blanko KTP-el melalui e-catalogue tersebut, pihaknya dapat lebih fleksibel dalam pengadaan blanko.
“Dengan e-katalog sektoral ini kita bisa belanja sewaktu-waktu, kapan ktika butuh ya kita beli. Sehingga ini kita lebih fleksibel pengadaannya,” kata Zudan.
Pemesanan dan pembelian blanko KTP-el dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan Kemendagri dalam mencetak kartu identitas tersebut, sehingga, sistem pemesanan melalui e-catalogue sektoral kali ini berbeda dengan sistem lelang yang pembeliannya borongan dalam sekali lelang.
Sementara itu, harga satuan blanko KTP-el mengalami penurunan dari Rp13.800 pada 2016 menjadi Rp9.900 pada 2017 hingga kini seharga Rp9.547 per keping.
Deputi Bidang Evaluasi, Monitoring, dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP, Sarah Sadiqa, mengatakan penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh kuantitas pemesanan blanko.
“Jadi yang kita bicarakan sekarang adalah harga satuan. Misalnya satu kartu harganya Rp9000, kalau pesannya 100 tentu harganya lain dengan satuan, kalau pesannya 10.000 keping seharusnya harganya lebih kurang lagi,” kata Sarah.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − eight =