Kemendikbud: Target Revitalisasi SMK Banyak Lulusan Bekerja

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan target utama dari revitalisasi SMK adalah 80 persen lulusan SMK dapat bekerja atau berwirausaha selepas tamat sekolah.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad di Jakarta, Rabu.
Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK maka Kemendikbud telah merevitalisasi 219 SMK.
Menurut Hamid lebih dari 90 persen SMK yang direvitalisasi ini sudah memenuhi target yang ditetapkan.
“Kurikulumnya juga telah disesuaikan dengan industri mitranya, sehingga lulusan SMK dapat terserap,” ucap dia.
Dia mengatakan total bantuan revitalisasi SMK sebesar Rp169 miliar. Menurutnya, nanti akan dipilih SMK yang bisa membuat perubahan melalui karya nyata sesuai yang dimaksudkan di dalam Inpres 9 Tahun 2016.
“Ada enam tugas khusus yang diberikan kepada Kemendikbud. Semuanya telah kita lakukan, sekarang tinggal membina SMK yang telah kita pilih untuk lebih optimal lagi,” ujar Hamid.
Terdapat 15 jenis bantuan yang diberikan, yakni bantuan Pembinaan Pengelolaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi diberikan kepada 219 SMK; bantuan “Teaching Factor” diberikan kepada 105 SMK, dan bantuan Technopark diberikan kepada 31 SMK.

     Kemudian bantuan Pengembangan SMK Pariwisata diberikan kepada 47 SMK, bantuan Pengembangan SMK Kelautan diberikan kepada 25 SMK, bantuan Pengembangan SMK Pertanian diberikan kepada 32 SMK, bantuan Pelaksanaan pemasaran tamatan diberikan kepada 6 SMK.
Selanjutnya, bantuan Pelaksanaan Kelas Industri diberikan kepada 18 SMK, bantuan Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah diberikan kepada 75 SMK, bantuan Pengembangan SMK di Kawasan Industri Nasional/Kawasan Ekonomi Khusus diberikan kepada 15 SMK, bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) diberikan kepada 7 SMK, bantuan Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) diberikan kepada 147 SMK,  bantuan Peralatan Praktik Kompetensi Kerja diberikan kepada 90 SMK,  bantuan Pembangunan Perpustakaan diberikan kepada 7 SMK, dan bantuan Rehabilitasi Gedung SMK diberikan kepada 25 SMK.
Bantuan yang diberikan kepada SMK tersebut merupakan hasil analisa kebutuhan dari masing-masing sekolah yang diajukan melalui aplikasi “Takola” atau tata kelola.
Dengan begitu diharapkan dari masing-masing sekolah yang mendapatkan bantuan dapat mengoptimalkan layanan pendidikan kejuruan untuk menghasilkan lulusan yang dapat diserap pasar kerja.(anjas)

Leave a Reply