Kemenpora Belum Tanggapi Atlet Berprestasi Jadi ASN

     Banjarmasin,jurnalsumatra.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia belum menanggapi keinginan/ usulan kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan untuk menjadikan atlet berprestasi sebagai aparatur sipil negara atau ASN.
“Ketika kami mengonsultasikan mengenai atlet berprestasi untuk menjadi ASN, pihak Kemenpora belum memberikan tanggapan,” ujar anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Achmad Rivani S.Sos di Banjarmasin, sebelum reses, Kamis.
“Memang kita memaklumi persoalan menjadikan atlet berprestasi sebagai ASN atau pegawai negeri sipil (PNS) bukan hal yang mudah,” tutur pilitikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu menjawab Antara Kalsel.
“Apalagi persoalannya secara nasional, serta atlet berprestasi dengan tingkatan cukup banyak dan cabang olahraga yang banyak pula,” lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar itu.
Laki-laki berkumis kelahiran 1956 itu mengaku kurang puas dalam konsultasi Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pemuda dan keolahragaan tersebut dengan Kemenpora, 7 November 2017.
“Pasalnya dari Kemenpora tampaknya kurang fokus menerima kedatangan kami, karena juga menerima tamu dari lain,” lanjut wakil rakyat asal “kota intan” Martapura (40 kilometer utara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Banjar tersebut.
Rivani psimistis kalau atlet berprestasi tingkat Provinsi Kalsel untuk menjadi urusan Kemenpora buat menjadikan ASN/PNS, begitu pula terhadap atlet asal daerahnya yang berprestasi dalam kejuaraan nasional.
“Untuk menjadikan atlet berprestasi sebagai ASN/PNS pada tingkat provinsi, mungkin pemerintah daerah sendiri yang membuat aturan baku. Hal itu perlu guna mendorong atlet-atlet kita supaya lebih berprestasi,” demikian Ach Rivani.
Sebelumnya Komisi IV DPRD Kalsel yang diketuai Yazidie Fauzi mengonsultasikan persoalan atlet berprestasi dalam kaitan kedudukan sebagai ASN/PNS.
Pasalnya wakil-wakil rakyat yang membidangi kesra itu tidak menginginkan atlet-atlet berprestasi masa depannya suram, karena ketiadaan jaminan kehidupan mereka.
Padahal atlet berprestasi itu turut berjuang sekuat tenaga melalui cabang olahraga yang mereka tekuni untuk mengharum nama daerah atau negerinya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =