Kemensetneg Serahkan Arsip Kepresidenan Kepada Arsip Nasional

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyerahkan ribuan berkas Arsip Kepresidenan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Gedung Kemensetneg Jakarta, Senin.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyerahkan Arsip Kepresidenan tersebut secara simbolis kepada Kepala ANRI Mustari Irawan.
Keterangan Bagian Hubungan Masyarakat Kemensetneg melalui laman resminya menyebutkan dalam acara itu terlihat hadir pejabat ANRI, para pejabat tinggi madya dan pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemensetneg.
Sejak arsip diciptakan sampai disusutkan, keselamatan arsip haruslah dijaga dengan pengelolaan yang baik dan benar. Dalam setiap organisasi maupun institusi, kegiatan kearsipan mempunyai peran yang penting, antara lain sebagai bahan akuntabilitas kinerja kepemerintahan dan kenegaraan mensyaratkan arsip sebagai bukti yang autentik, reliabel dan kredibel.
Pendayagunaan arsip sebagai sumber informasi untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintah, juga mensyaratkan arsip dapat disajikan dengan cepat, tepat dan akurat.
Pada 11 Februari 2016, Mensesneg dan Kepala ANRI menandatangani nota kesepahaman atau ” Memorandum of Understanding” (MoU) tentang kerja sama penyelenggaraan kearsipan. Sebagai tindak
lanjut MoU tersebut, telah dilakukan kegiatan asistensi penataan arsip Kemensetneg dan pembentukan Tim Bersama Arsip Kepresidenan.
Dalam laporan yang disampaikan Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, Tim Bersama tersebut telah menarik Arsip Kepresidenan dari Istana Kepresidenan di Daerah berupa arsip foto kegiatan Presiden tahun 1954 sampai dengan 2014, dan buku tamu kenegaraan tahun 1982 sampai dengan 1992.
Selain arsip foto kegiatan Presiden dan Buku Tamu Kenegaraan, Kemensetneg juga menyerahkan Arsip Kepresidenan lainnya sebanyak 3.914 berkas atau 481 boks. Arsip-arsip itu terdiri atas arsip Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) Hatta sampai dengan Kabinet Ampera Yang Disempurnakan/Dewan Menteri tahun 1949 sampai dengan 1968; Arsip Gerakan Non Blok tahun 1970 sampai dengan 1998; Arsip ASEAN tahun 1967 sampai dengan 1968; dan Arsip Sekretariat Wakil Presiden tahun 1999 sampai dengan 2004.

    Pada kesempatan itu, Kemensetneg juga menerima sertifikat Akreditasi A (sangat baik) dengan nilai 86,77. Penilaian akreditasi unit kearsipan diberikan berdasarkan hasil sidang pleno Tim Akreditasi ANRI 28 Desember 2017 lalu.
“Pencapaian tersebut telah membuat Kemensetneg menjadi lembaga acuan bagi unit kearsipan lembaga negara lainnya dalam penyelenggaraan kearsipan,” ujar Setya Utama.
Kepala ANRI Mustari Irawan berterima kasih karena Kemensetneg telah secara rutin menyerahkan arsip statisnya ke ANRI setiap tahun.
“Saya kira ini adalah sebuah contoh yang baik sekali bagi kementerian dan lembaga negara lainnya untuk bisa menyerahkan arsip statis ke ANRI sesuai dengan amanah UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan,” tutur Mustari.
Mensesneg Pratikno merasa bahagia atas penyerahan arsip yang telah dilakukan Kemensetneg kepada ANRI. Menurutnya, akreditasi A dapat diraih atas kerja keras Bagian Arsip Kemensetneg serta pendampingan dari ANRI.
“Kita akan terus berkontribusi untuk terus mendukung kebijakan nasional terkait penataan arsip kita secara baik serta mampu menunjukan kepada bangsa kita sendiri sekaligus bangsa lain tentang peran Indonesia di masyarakat Internasional dan memahami dinamika pemerintahan kita,” ucap Pratikno.
Ia juga mengimbau para pemangku kepentingan memperlakukan arsip dengan baik karena arsip merupakan sumber ingatan dan informasi yang  berguna sebagai bukti pertanggungjawaban kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan itu Kemensetneg dan ANRI saling bertukar cendera mata sebagai hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini.(anjas)

Leave a Reply