Kemensos Dan Perusahaan Makanan Cepat Saji Berdayakan Disabilitas

Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjalin kerja sama dengan PT Sari Burger Indonesia (SBI), perusahaan makanan cepat saji, dalam upaya memberdayakan para penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.

  “Kerja sama itu melalui kebijakan program rehabilitasi sosial lima klaster New Platform (Progres 5.0 NP),” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

  Program tersebut menitikberatkan pada pelayanan yang bersifat holistik, sistematik, dan terstandar di bebarapa klaster pelayanan, yaitu anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, korban penyalahgunaan narkoba atau napza, serta tunasosial dan korban perdagangan orang.

  “Progres 5.0 NP intinya adalah mengembalikan mereka ke masyarakat. ‘Grand design’ dari rehabilitasi sosial adalah ‘getting people back into society’,” katanya.

  Sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, lembaga atau perusahaan swasta harus mengalokasikan satu persen kuota untuk penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.

  “Kesempatan satu persen inilah yang dimanfaatkan oleh Kementerian Sosial, khususnya Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, untuk bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja,” kata Edi.

  Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD) akan memberikan layanan rehabilitasi sosial lanjut dan layanan proses seleksi bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW).

  “Selanjutnya dilakukan pelatihan serta penempatan kerja minimal dua orang di setiap ‘outlet’ makanan siap saji tersebut,” ujar dia.

  Kemensos RI berharap, kerja sama tersebut memberikan kesempatan peningkatan kesejahteraan hidup penyandang disabilitas yang pada akhirnya mereka lepas dari beban kemiskinan serta bisa hidup mandiri.(anjas)