Kemensos Tunggu Inventarisasi Data Korban Gempa Lombok

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Sosial menunggu inventarisasi data korban gempa bumi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk kepentingan penyaluran bantuan jaminan hidup.
“Kita minta kepada Bupati Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Mataram menginventarisasi dua hal, yaitu rumah yang rusak dan anggota keluarga masing-masing rumah tangga untuk kepentingan pemberian jadup (jaminan hidup),” kata Menteri Sosial Idrus Marham di sela rapat koordinasi percepatan penyaluran bansos di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan jadup yang diberikan kepada setiap korban untuk membantu memenuhi kebutuhannya Rp10 ribu per jiwa yang biasanya diberikan selama tiga bulan.
Mensos Marham pada Selasa (7/8) meninjau lokasi terdampak gempa 7,0 SR di Pulau Lombok untuk menyalurkan bantuan dan memastikan kebutuhan warga yang mengungsi terpenuhi.
Untuk pemenuhan kebutuhan makan pengungsi dan warga terdampak gempa, telah didirikan empat dapur umum di Kabupaten Lombok Utara. Dapur umum disiapkan untuk pengungsi, warga, dan relawan yang berada di posko pengungsian dan sekitarnya.

    Kemensos juga menyerahkan 3.000 paket sembako bantuan Presiden tahap pertama dari rencana 10 ribu paket sembako untuk menjangkau warga yang bertahan di medan sulit atau berada di lingkungan sekitar rumah mereka, dan masih bisa memasak untuk keluarganya.
Untuk mengamankan kebutuhan pangan warga, ia mendorong  bupati dan wali kota menerbitkan Surat Keputusan Tangap Darurat untuk mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton.
Di tingkat provinsi, gubernur dapat mengeluarkan SK untuk mengeluarkan CBP hingga 200 ton. Apabila CBP tersebut telah digunakan maka untuk keperluan di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos.
Selain bantuan logistik, Kemensos memberikan santunan kematian kepada ahli waris dari 98 korban meninggal masing-masing Rp15 juta, sedangkan setiap korban luka mendapat bantuan pengobatan Rp2,5 juta.
Data Selasa (7/8), korban meninggal dunia bertambah menjadi 108 jiwa, 236 orang luka-luka, dan ribuan rumah rusak akibat gempa yang terjadi pada Minggu (5/8), pukul 18.46 WIB tersebut.(anjas)

Leave a Reply