Kenaikan Air Di Hulu Tidak Pengaruhi Hilir

     Bojonegoro, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan kenaikan air Sungai Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah, yang masuk siaga II tidak terlalu mempengaruhi daerah hilir, Jawa Timur.
“Kenaikan air di hulu Jawa Tengah, juga di Ndungus, Ngawi tidak banyak berpengaruh di hilir, Jawa Timur. Sebab, Bengawan Solo di hilir dalam keadaan kosong dengan ketinggian air jauh di bawah siaga banjir,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Rabu.
Apalagi, menurut dia, di sepanjang Bengawan Solo di hulu, Jawa Tengah, juga lokal tidak terjadi hujan deras sehingga tidak ada tambahan air.
“Kalau ada tambahan air hujan lokal ya bisa saja kenaikan air Bengawan Solo cukup signifikan. Saat ini air Bengawan Solo ada kenaikan, tetapi masih jauh di bawah siaga banjir,” ujarnya.
Data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) yang sebelumnya sekitar 9 meter merangkak naik menjadi 10,84 meter Rabu pukul 09.00 WIB.

Ada kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro, akan tetapi masih di bawah siaga banjir (siaga I-13,00 meter), ucapnya menambahkan.
Di daerah hilirnya Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, masing-masing 5,30 meter, 3,50 meter, 2,61 mete dan 0.95 meter.
“Saat ini Bengawan Solo di hilir ada kenaikan, tetapi semuanya masih di bawah siaga banjir,” ucap petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro menambahkan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Budi Mulyono menambahkan BPBD mewaspadai ancaman banjir, tanah longsor, juga bencana lainnya selama Januari-Februari.
Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, kata dia, curah hujan selama Januari-Februari berpotensi menimbulkan banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Curah hujan selama dua bulan itu tinggi berpotensi menimbulkan bencana, sehingga BPBD tetap mewaspadai adanya ancaman bencana,” ucapnya menegaskan.(anjas)

Leave a Reply