Kepolisian Dan TNI Di NTT Bentuk Satgas Pemberantasan Perjudian

Kupang, jurnalsumatra.com – Kepolisian dan TNI telah membentuk tim satuan tugas (satgas) guna mengatasi kasus perjudian yang marak terjadi di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.

  Demikian dikatakan Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Brigjen (Pol) Johanis Asadoma di hadapan tokoh-tokoh agama dalam kegiatan dialog tokoh agama bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Selasa (25/2/2020).

  Wakapolda mengatakan hal itu terkait adanya kegelisahan tokoh agama di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara dan Malaka tentang maraknya kasus perjudian di wilayah itu.

  Menurut Johanis Asadoma, satgas yang telah dibentuk terdiri dari unsur Kepolisian dan TNI untuk melakukan pemberantasan judi sehingga lebih optimal dalam melakukan upaya pemberantasan berbagai jenis perjudian yang marak terjadi di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste itu.

  “Kami sudah melakukan kordinasi dengan TNI dan telah membentuk tim satgas bersama untuk pemberantasan judi. Tim satgas ini sudah mulai bekerja dalam mengatasi perjudian,” tegas Johanis Asadoma.

  Sementara itu Damrem 161 Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur, Brigjen (TNI) Syaiful Rahman mengatakan TNI tidak mentolerir terhadap oknum anggota TNI di NTT apabila terbukti terlibat dalam perjudian.

  “Kami akan libas siapapun yang ikut terlibat dalam kasus perjudian di daerah ini. Tim dari TNI sudah mulai bekerja untuk memberantas judi,” tegasnya.

  Jenderal bintang satu ini menambahkan terhadap anggota yang terlibat dalam kasus perjudian ayam, bola guling maupun judi ketangkasan lainnya serta ikut membeking perjudian pasti ditindak tegas.

  “Kami minta kerjasama dengan tokoh-tokoh agama agar memberikan informasi kepada kami apabila mengetahui ada anggota TNI yang terlibat maupun membekingi perjudian. Pasti diproses secara hukum,”tegasnya.

  Pada kesempatan itu Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr berharap Kepolisian serius dalam mengatasi perjudian yang marak terjadi Belu, Malaka dan TTU.

  “Kami sudah berulang-ulang mengangkat persoalan judi melalui mimbar gereja bahkan beberapa barang buktinya diamankan di gereja, namun ada aparat Kepolisian yang datang mengambil kembali barang-barang itu karena perintah pimpinan,” tegsnya.   

  Menurutnya, maraknya kasus perjudian di daerah perbatasan dengan negara Timor Leste itu karena diduga dibekingi oleh orang-orang kuat.

  “Kami berharap persoalan judi ini bisa menjadi perhatian Pemerintah NTT dan dapat segera diatasi karena merusak moral generasi muda di daerah ini,” tegasnya.(anjas)