Keresahan Masyarakat Melayu Akan Keutuhan NKRI

Organisasi yang baru lahir dan  merupakan wadah bagi masyarakat melayu di Sumsel untuk  berpartisipasi dalam kebudayaan Melayu, Syiar Islam dan Sosial Kemasyarakatan pada hari Selasa 11 September 2018 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1440 H, diberi nama Laskar Melayu Sriwijaya atau di singkat Karmajaya. Laskar ini hadir atas dasar keresahan sekelompok masyarakat Melayu akan keadaan keutuhan NKRI yang akhir akhir ini mendapat cobaan yang banyak, serta kondisi kebudayaan Melayu yang terus tergerus oleh perkembangan dan globalisasi  zaman.

Pemangku Adat Melayu Sriwijaya sekaligus Ketua Umum Laskar Melayu – Datu Husni Tamrin, mengatakan laskar ini akan dipersiapkan sebagai laskar yang siap pakai dalam semua kondisi kondisi yang diperlukan, mulai dari mendukung syiar dakwah yang dilakukan para Ulama seperti ziarah kubro atau tablig akbar, hingga kondisi bencana alam gempa atau banjir bandang, untuk itu dalam laskar dipersiapkan bukan hanya penempaan fisik, tetapi juga diadakan pembinaan mental spiritual kepada para anggotanya

Sebagai langkah awal dari Laskar Melayu Sriwijaya, sebelum melakukan kegiatan lain, adalah melakukan silaturahmi kepada ulama ulama di Palembang yang tergabung dalam himpunan ulama Palembang MASPURO.(27/09/2018) di kediaman Habib Mahdi di bilangan Pasar Kuto Palembang. Tujuan silaturahmi ini selain menyambung silaturahmi, juga laskar memintah ulama sebagai Pembina dan penasehat Laskat, agar dalam semua kegiatan laskar selalu terpandu dan selaras dengan nilai nilai keagamaan.

Silaturahmi ini disambut oleh Maspuro yang diwakili oleh Ustad Habib Mahdi Bin Shahab, Ustad Habib Farish Al Athos, ustad Habib Zakki, Ustad Habib Hamid AL Barakbah, Ustad Doni, Ustad Kgs Sirojudin,. Dll dan dari Laskar Melayu Sriwijaya rombongannnya terdiri dari Ketua Umum Datu Husni Tamrin beserta para panglima laskar yaitu Datu Brajageni, Datu Zulkifli, Datu Irsyanudin dan Datu Jepi Chandra. Diberitahukan oleh pemangku adat, bahwa para panglima inilah yang bertanggung jawab atas proses pembinaan fisik mental, pelatihan dan kaderisasi atas semua anggota laskar.

Habib Mahdi dalam sambutannya menyatakan menyambut baik keberadaan LAskar in, dan Insya allah laskar ini akan menjadi salah satu alat daam mensyiarkan Islam di masyarakat, habib Mahdi mengharapkan walaupun umat terdiri dari berbagai lapiran masyarakat yang berbeda beda, hendaklah dapat bersatu dalam satu kesatuan persaudaraan Muslim dalam bingkai NKRI. Selalu menjaga niat agar tidak goyah karena rayuan dan cobaan dalam perjalanan perjuanganannya  Hal tersebut di amini oleh semua ulama yang hadir saat itu. (Husni Thamrin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + one =