Ketatnya Kejurnas Panahan Di Luar Dugaan Aceh

     Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Persaingan ketat antar atlet di Kejuaraan nasional (Kejurnas) panahan di Banda Aceh ternyata diluar dugaan tuan rumah, sehingga kontingen Aceh baru memperoleh medali perak melalui atlet Mohammad Mondir.
Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, MPd kepada wartawan di Banda Aceh Senin menyatakan, Kejurnas diikuti atlet-atlet terbaik, bahkan para pemanah nasional yang sedang dipersiapkan ke Sea Games dan Asian Games, sehingga persaingannya cukup ketat.
Begitu ketatnya persaingan, sebut Nyak Amir lagi, Kejurnas di Banda Aceh ini lebih berat dari Kejurnas sebelumnya, bahkan lebih berat dari persaingan di PON.
Atlet panahan Aceh pun merasakan ketatnya persaingan, sehingga baru mendapat medali pertama yakni medali perak di hari ke empat, yakni Mohammad Mondir meraih medali perak pada kategori perorangan putra, nomor ronde fita compound pada hari ke empat (Minggu (5/11).
Begitupun sebagai tuan rumah, Nyak Amir merasa lega atletnya mampu meraih perak medali  pertama bagi Aceh dalam persaingan ketat ini.
“Padahal kita persiapkan atlet dalam pemusatan seperti kita menghadapi PON. Memang persaingan di even ini paling ketat,”  jelasnya.
Kecuali itu, atlet Aceh meraih medali di PON seperti Dhia Hendra  meraih medali perak nomor ronde nasional  di PON XIX/2016 Jawa Barat, harus bermain di nomor ronde fita recurve di Kejurnas. Persaingan yang ketat ini agaknya berat bagi Aceh mencapai target lima besar di Kejurnas.

     Begitupun Nyak Amir masih menaruh harapan bisa mencapai target lima besar dari sisa dua hari lagi Kejurnas ini, karena atlet Aceh masih turun bertanding di nomor ronde nasional perorangan dan beregu. Peluang kontingen Aceh meraih posisi lima  besar masih ada. Ronde nasional adalah nomor andalan kita, sehingga bisa meraih medali emas,” katanya.
Dalam nomor  ronde nasional jarak 30, 40 dan 50 meter perorangan dan beregu Aceh akan menurunkan  pemanah  Hendra Muchrizal, Widya dan Diva Maulana.
“Mudah-mudahan saja atlet kita bisa meraih medali emas di nomor tersisa, mencapai peringkat lima besar sesuai target,” ucapnya.
Kejurnas panahan yang dimulai 1 November dan akan berakhir 8 November 2017 memperebutkan 29 medali emas, 29 medali perak dan 29 medali perunggu.
Hingga selesainya pertandingan hari ke-empat sudah diperebutkan 23 medali emas, perak dan perunggu. Masih enam medali emas, perak dan perunggu yang diperebutkan di sisa dua hari  lagi Kejurnas.
Catatan prestasi nasional atlet panahan Aceh yakni meraih 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu di PON XIX/2016 Jawa Barat, meraih 1emas, 2 perak dan 1 perunggu.(anjas)

Leave a Reply