Ketidak Berdaya’an Walikota Palembang Tindak Bangunan Tanpa IMB

Palembang, jurnalsumatra.com – Tiga pintu  Rumah Toko (Ruko)  “liar” yang terletak  di jalur hijau  Jl. Demang V RT. 45 RW. 13 Kelurahan Lorok Pakjo Kec. Ilir Barat I Palembang hingga kini tak kunjung ditindak.

Data yang dihimpun JURNAL SUMATRA dan DETEKTIFSWASTA,  pembangunan  3 pintu Ruko yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu  sudah dilaporkan ke Walikota Palembang pada tahun 2016 lalu   oleh tokoh masyarakat mewakili Warga RT 45 RW 13 Kelurahan Lorok Pakjo Kec. Ilir Barat I Palembang

Dalam surat yang ditandatangani Agus Priyanto, Rahman Husin, Iskandar HN, Sanawi Yasak, Edi Umar  dan Ketua RT. 45  M. Yamin, SE,  pembangunan Ruko  milik Herman Ismail tersebut tidak ada izin dari warga sekitar bangunan maupun ketua RT 45, tidak mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan berada di Jalur Hijau

Berdasarkan Hasil Peninjauan dan Pengamatan, petugas Dinas Tata Kota Palembang  (Sekarang dilebur ke Dinas PUPR Kota Palembang-red)  di lapangan, bangunan milik Herman Ismail jenis Kios untuk Berdagang berukuran  lk 9 m x 12 m terletak di Jalur Hijau

Pembangunan tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang No. 5 Tahun 2010 Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 14 Ayat 1 yang mewajibkan bahwa Setiap Kegiatan Membangun dalam Kota Palembang Wajib Memiliki  IMB (Izin Mendirikan Bangunan ) terlebih dahulu dari Walikota Palembang serta Bangunan yang didirikan harus memperhatikan Persyaratan Rencana Kota

Dalam surat Pemberitahuan No. 640/285/DTK/2016 tanggal 09 November 2016  yang ditandatangani Sekretaris Dinas Tata Kota Palembang Ir. H. Hasmi Lakoni, meminta kepada pemilik Bangunan Herman Ismail agar segera membongkar sendiri bangunan tersebut, sebelum dilakukan tindakan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku

Anehnya, hampir 4 tahun berlalu pemilik Bangunan tidak membongkar Bangunannya dan pihak Pemerintah Kota Palembang juga tidak mengambil tindakan alias melakukan pembiaran. Mengapa ya ?  (tim)