Ketua DPRD Fitrizal Membuka Rapat Paripurna

Lahat, jurnalsumatra.com – Bertempat diruang sidang utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat menggelar rapat Paripurna ke VXI masa persidangan ketiga dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) melalui Vidcon.

Turut hadir diacara rapat Paripurna ke VXI, Bupati Lahat Cik Ujang SH, Wabup Lahat H. Haryanto SE. MM. MBA, Dandim 0405 Lahat  Letkol Kav. Shawaf Al Amien SE, Kapolres Lahat Irwansyah SIK MH CLA, Kajari Lahat Fitrah SH MH, Ketua PN Lahat Yoga SH MH, Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST, Direktur RSUD Lahat dr Hj Eerlinda MKes, Wakil Ketua I DPRD Lahat Gaharu SE MM, Sekwan DPRD Lahat H.Ramzi S.Ip.MM, seluruh Asisten dan Staf Ahli, Staf khusus Bupati Lahat, OPD Pemkab Lahat, dan 22 dari 40 anggota DPRD Lahat.

Seluruh peserta rapat sebelum memasuki ruang rapat dilakukan cek suhu tubuh oleh petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, penyampaian dalam rapat paripurna mendengarkan pidato Predisen RI.

Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST sebelum membuka rapat menyampaikan, tidak terasa kemerdekaan Republik Indonesia sudah mencapai usia 75 tahun, sebagai ungkapan syukur pada hari ini memperingatinya dengan mendengarkan pidato Kenegaraan Republik Indonesia pada rapat Paripurna.

Lalu, Fitrizal mengajak peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75  harus dijadikan sebagai perekat Persatuan dan Kesatuan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UU Dasar 1945 serta terwujudnya masyarakat Adil dan Makmur.

“Sesuai dengan tema hari ulang tahun Republik Indonesia ke 75 tahun 2020 Indonesia maju. Representasi dari pancasila sebagai pedoman dalam hidup kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus bangga buatan indonesia sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan warga Negara pada produk dalam nNegeri,” ucap Fitrizal Homizi dalam pidatonya, kemarin.

Tidak itu saja, Politisi dari Partai Demokrat ini mengajak dan menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Lahat di momentum peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 ini dengan meningkatkan kinerja dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa yang telah rela berkorban harta benda maupun nyawa untuk menegakkan dan mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” tambahnya.

Juga tidak lupa, sambungnya, mendoakan semoga para pejuang bangsa yang telah gugur di dalam memperjuangkan dan mendapatkan tempat yang layak di sisi allah subhanahu wa ta’ala dan diampuni segala dosa-dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. Termasuk bagi pejuang yang masih hidup kita doakan semoga Allah Subhanahu Ta’ala akan selalu memberikan limpahan rahmat dan karunia serta diberi kekuatan lahir batin sehingga dapat memberikan sumbangsih pemikiran untuk pembangunan Kabupaten Lahat.

“Sekali lagi, kami ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 75 Tahun  semoga Indonesia tetap jaya. Mari kita dengarkan dan kita simak pidato kenegaraan,” pungkasnya.

Selanjutnya, acara mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia melalui Vidcon.

Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dalam pidatonya menegaskan suasana bulan Kemerdekaan 75 Tahun Indonesia Merdeka, namun yang dikerjakan harus berubah totol semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air sebanyak 215 Negara tanpa terkecuali menghadapi masa sulit di tengah pandemi covid-19 dalam catatan DAO sampai tanggal 13 Agustus kemarin terdapat kurang lebih dari 20.4 juta kasus di seluruh dunia dengan jumlah kematian sebanyak 7.44 ribu jiwa’ semua Negara miskin, Negara berkembang termasuk Negara maju semuanya mengalami kemunduran karena terpapar covid-19.

Usai mendengarkan pidato Kenegaraan Presiden Indonesia melalui Vidcon, sekitar pukul 10.32 WIB acara rapat Paripurna ke VXI masa persidangan ketiga selesai mengingkat hendak memasuki Sholat Jum’at. Sidang kembali dilanjutkan, setelah Jum’at. (Din)