Ketum Kera Sakti Serukan Jangan Terpecah Belah

Palembang, jurnalsumatra.com – Silaturahmi Akbar II Perguruan IKS PI Kera Sakti meliputi kegiatan Diklat Wasit Juri,  Pengesahan dan Pemutihan Jarak Dekat se Sumsel dilaksanakan di perkemahan Candradimuka, Jumat (26/10/2018).

Ketua IKS PI Kera Sakti Palembang Fahlevi Maizano SH MH mengatakan, 31 orang yang mengikuti diklat Wasit Juri,  254 orang untuk Pengesahan,   462 orang untuk Pemutihan .  “Ini yang sudah terinventaris untuk pemutihan.  Ada dari Lampung dan Jambi yang ingin ikut pengesahan dan pemutihan,” ujarnya.

Pahlevi Maizano menuturkan,  warga IKS Kera Sakti bangga pengurus pusat mau datang ke Sumsel.  “Kami mendoakan semoga Ketua diberi kesehatan,  dan IKS tetap jaya. Kami mengharap ketua membimbing kami,  sehingga IKS kera sakti lebih baik dan lebih maju.  Kami berharap IKS Kera Sakti Palembang bisa  mendapatkan prestasi yang lebih baik.  Banyak pendekar yang datang, diantaranya Pembina  IKS Kera Sakti Sumsel Lucianty Pahri,” katanya.

Sementara itu,  Ketua IPSI Kota Palembang Baratayuda mengatakan,  IPSI Kota Palembang mendukung IKS Kera Sakti Palembang.  “IKS Kera Sakti semakin maju dengan menjadi juara 3 besar,  saya lihat perkembangannya sangat besar.  Bahkan bisa masuk 2 besar.  Kera Sakti bisa jadi yang terbik di Sumsel.  Anggota Kera Skti 45 ribu se sumsel.  Kami doakan kera sakti lebih maju lagi, ” tandasnya.

Ketum IKS PI Kera Sakti yakni Bambang  Sunarja mengatakan,  pihaknya berharap IKS PI Kera Sakti Palembang kedepan semakin maju dan berkembang.  Kualitas terjaga,  bisa menjadi juara. ” Kalau kami mau jujur sangat berat,  tapi ini tanggung jawab.  Pengda Sumsel dan Palembang mengunci kami untuk hadir di Palembang hari ini.  Padahal pada hari ini harusnya  ikut festival di Korea,  kami terpaksa ke Palembang demi saudara-saudara saya di Palembang.  Selain itu,  di tanggal 26,27,28 Oktober ini di Madiun pusatnya perguruan yang go nasional dan internasional ada kirab 14 perguruan di Madiun.  Saya berat di Palembang,  saya tidak hadiri kirab 14 perguruan di Madiun yang tergabung dalam kampung Pencak Silat.  Karena ketertarikan,  dan tanggung jawab akhirnya saya hadir di Palembang.  Mudah mudahan kehadiran kami disini,  menjadi suport IKS Kera Sakti di Palembang,” katanya.

Bambang menuturkan, perkembangan IKS PI Kera Sakti dan IPSI Palembang cukup bagus.  “IKS Kera Sakti didirikan 15 Januari 1980 , kita hadir untuk mencari saudara.  Bukan untuk mencari musuh.  Marilah kita bersatu dengan pendekar lain.  Jangan merasa sombong,  tapi harus berprestasi. Diklat nanti diikuti dengan baik,” bebernya.

Dalam kesempatan itu,  Bambang mengungkapkan,  pada tahun 2019 adalah tahun politik,  silahkan saudara menentukan pilihan masing-masing. ” Boleh mendukung siapa saja, tapi  tolong tanggalkan organisasi.  Jangan sampai terjadi perpecahan dalam hal dukung mendukung.  Harus membedakan antara perguruan dan politik. Pandai- pandailah menentukan sikap,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply