Khatib: Golput Itu Haram

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Khatib Shalat Idul Adha Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang berlokasi di masjid Al Fuqran Jalan Kramat Raya menegaskan bahwa haram bagi umat muslim untuk tidak memilih alias golput (golongan putih) saat pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019.
“Golput itu haram, dari mimbar Idul Adha ini saya mengatakan agar umat Islam harus niat ikut pileg dan pilpres, ‘fardhu a’in’, ini wajib,” kata khatib Cholil Ridwan di masjid Al Fuqran, Jakarta, Selasa.
Ratusan umat mengikuti salat Idul Adha di masjid tersebut mulai pukul 07.07 WIB yang dipimpin oleh Imam Hasbullah Fachri. Jamaah yang terlambat bahkan mengikuti salat Id gelombang kedua yang berlokasi di lantai 3 masjid pada pukul 08.00 WIB.
Pileg dan pilpres akan digelar serentak pada 17 April 2019 dengan masa kampanye mulai 13 Oktober 2018 sampai 13 April 2019.
“Umat Islam dihadapkan 2 pilihan menang atau kalah? Umat Islam wajib meneladani dakwah dalam politik ketimbang yang lainnya karena politik adalah lokomotif yang menarik gerbong-gerbong dakwah, syariah ukhuwah, umat Islam tidak boleh pasif,” tambah Cholil.

     Ia juga meminta agar umat Islam melek politik dengan memasukkan mata pelajaran politik maupun ajaran syariah dan kitab kuning ke dalam kurikulum lembaga pendidikan Islam maupun pesantren.    Umat muslim menunaikan salat Idul Adha di masjid Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang berlokasi di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat pada Selasa.
“Haram hukumnya untuk golput, kita wajib mengawal ketat pileg dan pilpres dari ketidakadilan. Jadikan pileg dan pilpres sebagai ibadah, dengan membaca ‘bismillah’ pilihkan capres (calon presiden) dan caleg (calon legislatif) yang membela Islam,” ungkap Cholil.
Cholil juga berpesan agar umat memilih pemimpin yang diusulkan Ijtima ulama.
“Dari mimbar Idul Adha ini saya katakan, pilihlah pemimpin yang dipilih oleh ijtima ulama, pilihlah pemimpin yang dipilih ulama. Allah tidak mengubah nasib umat Indonesia kalau tidak diubah oleh umat Islam itu sendiri,” kata Cholil.
Menurut Cholil, bila umat Islam miskin-miskin maka bangsa Indonesia juga akan miskin, bila umat Islam bodoh-bodoh, maka bangsa Indonesia juga bodoh karena umat Islam adalah mayoritas di Indonesia.
“Umat islam di Indonesia mayoritas, tapi mayoritas yang tidak berkualitas, tidak dapat berbuat banyak untuk urusan bangsa, negara, agama dan umat Islam sendiri,” tambah Cholil.
Pengurus juga sudah mendapatkan hewan kurban berupa 518 ekor kambing, 36 ekor sapi yang akan diberikan kepada korban bencana gempa bumi Lombok dan disalurkan keluar negeri.(anjas)

Leave a Reply