KNPI Gelar Refleksi Kemerdekaan Tanam Semangat Kebangsaan Bangun Palu

Palu, jurnalsumatra.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar refleksi Kemerdekaan Republik Indonesia untuk membangun semangat kebangsaan agar bersama-sama membangkitkan Palu pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi.

  “KNPI memberikan ruang diskusi kepada teman-teman pemuda dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi, serta untuk memaknai arti 74 tahun Indonesia merdeka. Untuk dapat bangkit bersatu membangun Kota Palu,” ucap Ketua KNPI Kota Palu, Fitri Mastura, di Palu, Senin malam.

  Upaya membangun semangat kebangsaan untuk kebersamaan bangkitkan Kota Palu, digelar KNPI lewat dialog publik, dengan tema “Bangkit, bersatu, membangun negeri”.

  KNPI melibatkan berbagai komponen pemuda meliputi, Pemkot Palu, Duta Genre Sulteng, Gojek, organisasi kepemudaan di Palu, organisasi keagamaan, Himpunan Mahasiswa Islam, dan kader serta pengurus KNPI Palu.

  KNPI juga melibatkan Wali Kota Palu Hidayat, Akademisi Universitas Tadulako Dr Timuddin, sekaligus Direktur STIA Panca Bhakti Palu, Kepala Bappeda Kota Palu Dr Arfan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Setiadi.

  Dr Timuddin mengemukakan, merdeka dalam arti sederhana ialah pribadi kita bebas untuk melakukan perbuatan baik, bebas untuk mencari pekerjaan dan bebas untuk membuka pekerjaan yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat.

  Karena itu, sebut dia, penting untuk semua komponen secara bersama-sama melakukan refleksi kemerdekaan.

  Dia mengatakan, terdapat empat konsensus dasar nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, yang menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas dan kebersamaan.

  “Ada 1.128 suku, ada enam agama, 700 bahasa, yang menjadi kekayaan Indonesia, yang terbingkai dalam Bhinneka Tunggal Ika,” sebut dia.

  Terkait hal ini, Kepala Bappeda Kota Palu Arfan meminta generasi muda untuk memberikan masukkan kepada Pemkot Palu terkait dengan ruang-ruang publik seperti apa yang harus dibangun.

  Hal itu, agar bisa lebih memberikan ruang kepada generasi muda di Palu untuk berekspresi dan mengasah potensi sebagai upaya percepatan pemulihan.

  “Kita perlu bersama, karena dua tahun ini Pemkot Palu masih fokus terhadap pengungsi. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak untuk membangun kembali Kota Palu,” ujar Arfan. (anjas)