Komunitas Cintai Kotamu wisata Baba Buentjtit

Palembang, jurnalsumatra.com – Pembentukan Komunitas Cintai Kotamu mengawali aksi mengunjungi kawasan wisata Baba Buentjtit yang berada dikawasan pinggir sungai dengan perjalanan yang mengunakan perahu memakan waktu 10 menit, dalam satu kali perjalanan untuk menyaksikan arsitektur peninggalan rumah Baba Buentjtit yang dibangun sekitar 300 tahun lalu, yang masih berdiri meninggalkan cerita sejarah yang unit dari bentuk bangunan dan sejarah turun menurun dari pewarisnya.

Rombongan kami yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, pemerhati dan aktivis lingkungan disambut oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dari Kementrian Pariwisata yang sedang membantu mempromosikan rumah Baba Boentjtit dengan membuka pasar sebagai langkah awal menarik wisatawan untuk berkunjung ketempat itu dan mengadakan kegiatan nonton bareng, akustikan, jajanan tradisional dan pameran foto juga lomba menulis puisi untuk ibu.

Denver selalu pengagas Komunitas Cintai Kotamu kepada jurnalsumatra.com mengatakan “Tujuan membentuk Komunitas Cintai Kotamu, untuk mengajak masyarakat mencintai kotanya sendiri dengan cara memberikan sumbangsi bagi pemerintah kota selaku pihak yang bisa memperasaranai kebutuhan masyarakat untuk menata kota yang baik sesuai dengan aspek-aspek kehidupan masyarakat kota, diantaranya prasarana transportasi umum yang baik, Pedestrian yang baik dan ramah lingkungan dengan memiliki standarisasi yang baik dan RPTRA yang masih sangat minim keberadaanya” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya Komunitas Cintai Kotamu ini, diharapkan nantinya bisa memberikan sumbangsi pemikiran bagi pembangunan kota dengan idea serta gagasan dari anggota komunitas Cintai Kotamu yang tidak saja memberikan kritikan tetapi juga memberikan solusi untuk pemecahan permasalahan yang ada.

Seperti diungkapkannya “Untuk pembangunan yang ada sekarang ini, menurut ilmu arsitektur banyak yang belum memenuhi standart pedoman persyaratan teknis seperti salah satu contohnya Pedestrian Sudirman tidak adanya akses RAM bagi penyandang cacat, penerangan belum maksimal dan juga keselamatan penjalan kaki, karena ubin yang digunakan masuk katagori ubin polished/licin.

“Harapan kedepan untuk Komunitas Cintai Kotamu ini, bisa memberikan sumbangsi pemikiran yang berguna, untuk pembangunan kota dengan diikuti serta dalam segala kegiatan perancana pembangunan di Kota Palembang karena anggota Komunitas ini, terdiri dari pelaku arsitektur yang diantaranya mahasiswa, akademisi, pemerhati dan aktivis lingkungan untuk mencitai kota dengan Motto “Untuk Kita Saat Ini dan Mereka Saat Nanti” pungkasnya. (edchan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 7 =