KONI Denpasar Apresiasi Cabang Olahraga Petanque

     Denpasar, jurnalsumatra.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar, Bali, mengapresiasi keberadaan cabang olahraga petanque karena sukses meraih prestasi dalam kejuaraan olahraga tersebut.
“Kami mengapresiasi keberadaan cabang olahraga petanque di Kota Denpasar. Memang bentuk permainan dari cabang olahraga yang menonjolkan ketangkasan dan kekuatan melembar bola yang terbuat dari besi metal (bosi),” kata Ketua KONI Denpasar Ida Bagus Toni di Denpasar, Senin.
Toni Astawa mengatakan hal tersebut saat mendampingi pengurus cabang olahraga petanque bertemu penjabat Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Ia mengatakan cabang olahraga itu menonjolkan kemampuan memosisikan bola mental sedekat mungkin dengan bola target yang terbuat dari kayu (boka).
Olahraga ini berasal dari Prancis dan mulai muncul tahun 1907 di La Ciotat Provence di Selatan Prancis.
“Cabang olahraga petanque memiliki kemiripan dengan olahraga tradisional di Bali, yaitu ‘matembing’,” kata Toni Astawa.
Ia mengatakan olahraga tersebut memang baru dipertandingkan, namun telah dapat mengukir prestasi di antaranya sebagai juara umum ketiga pada eksibisi Cabang Olahraga Petanque dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII Tahun 2015 di Kabupaten Buleleng.
Begitu juga pada Porprov Bali XIII Tahun 2017 di Kabupaten Gianyar, tim olahraga petanque Kota Denpasar menempati juara umum kedua.
“Hasil ini dapat diraih berkat kerja keras seluruh komponen pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Denpasar, khususnya. Para atlet yang merupakan hasil penjaringan dari kegiatan Wali Kota Cup telah pula dilaksanakan pertandingan oleh FOPI Denpasar sebanyak dua kali yaitu tahun 2016 dan 2017,” ucapnya.
Toni Astawa juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar kerena telah menyiapkan sarana prasana seperti menyediakan lapangan untuk tempat berlatih para atlet di kawasan Lapangan Lumintang.

     Untuk lebih memberikan semangat kepada para atlet, Toni Astawa memohon agar Pemkot Denpasar meresmikan Lapangan Olahraga Petanque yang berada di Lapangan Lumintang tersebut.
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Denpasar Jaya Negara memberikan apresiasi prestasi cabang olahraga petanque yang diraih atlet Kota Denpasar.
Menurut Jaya Negara, olahraga ini tidak berbahaya hanya membutuhkan konsentrasi. Meskipun demikian olahraga tersebut juga harus mengetahui trik dan ketangkasan seorang atlet, karena tidak semua orang dapat melakukannya.
Ia mengatakan olahraga tersebut juga sebagai kreativitas anak muda dalam menguji ketangkasan melempar, dan penuh konsentrasi saat melempar bola agar mengenai sasarannya.
“Jika ada kendala dalam olahraga ini saya harapkan dapat dikomunikasikan dan dikoordinasikan, sehingga olahraga ini terus menoreh prestasi ke depannya,” ucapnya.
Ketua Umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Denpasar, I Wayan Sukana mengatakan olahraga ini dapat dimainkan di mana saja, asal berada di atas tanah keras tetapi tidak direkomendasikan bermain di atas rumput atau beton.
Ia mengatakan olahraga petanque terdiri dari dua jenis permainan, yaitu kategori games dan kategori shooting.
“Di kategori games terdapat tiga nomor pertandingan yaitu nomor single, double dan triple, baik kelompok putra maupun putri. Kategori shooting hanya ada satu nomor pertandingan yaitu shooting kelompok putra dan putri,” katanya.(anjas)

Leave a Reply