Konsultan: Calhaj Tersesat Bukan Karena Dosa Lama

    Mekkah, jurnalsumatra.com – Konsultan Pembimbing Ibadah Profesor Aswadi mengatakan jamaah haji tersesat dan atau terpisah dari rombongan di Tanah Suci bukan karena dosa masa lalunya di Tanah Air melainkan umum terjadi pada orang yang masuk wilayah baru.
“Bisa jadi itu terjadi bagi orang yang masuk wilayah baru yang tidak kenal kanan kiri,” kata Aswadi kepada Media Center Haji di Mekkah, Jumat.
Untuk itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu mengajak masyarakat umum berhenti menghakimi jamaah yang mengalami disorientasi tempat dan waktu di Tanah Suci. Hal itu bisa terjadi karena jamaah memang tidak tahu arah jalan pulang dan bingung.

Dia mengatakan dari pengalaman musim haji sebelumnya memang banyak jamaah yang tersesat kemudian dihubung-hubungkan dengan perilakunya pada masa lalu di Tanah Air sehingga merasa salah sendiri dan “bengong”.
Sebaiknya, kata dia, jamaah yang tersesat mengarahkan peristiwa tersesat menjadi pemikiran positif yaitu ke Tanah Suci untuk menjadi orang yang lebih baik. Tuhan selalu memberi cobaan kepada hamba-Nya sesuai kemampuannya sesuai janji Allah.
Dia mengatakan jamaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan dalam beberapa kasus terjadi karena jamaah terharu melebihi kebiasaan saat di Tanah Suci.
“Pada saat jumrah Aqobah misalnya, karena terharu dengan perilaku yang mereka lakukan jadi di luar konsentrasinya melebihi kebiasaan, jamaah jadi lupa dari teman-temannya, mereka menangis dan tidak tahu balik dan ditemukan oleh petugas dan diajak ke kantor daker, menangis dan sebagainya,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply