Korban Jiwa Bus Sriwijaya Terus Bertambah

Pagaralam, jurnalsumatra.com – Korban meninggal dunia (MD) dalam tragedi kecelakaan Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang terus bertambah. Awalnya, tercatat korban yang MD berhasil diidentifikasi berjumlah 27 orang, kini meningkat menjadi 30 orang Selasa (24/12/2019).

Kecelakaan tunggal itu, terjadi pada Senin (23/12/2019) sekira pukul 23.00 WIB. Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu – Palembang ini, diduga hilang kendali saat di tikungan Lematang Indah (LI) Desa Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam Sum-Sel.

Mobil Bus jenis Mitsubisi Fuso dengan Nomor Polisi (Nopol) BD 7031 AU, yang dikendarai oleh sopir bernama Very. Dari pantauan TKP kejadian jurnalsumatra.com, terlihat Petugas Kepolisian Polres Pagaralam, Kodim 0405/Lahat, Basarnas serta anggota Kepolisian Polres Lahat juga turut dalam membantu kelancaran proses evakuasi Bus Sriwijaya yang terjun bebas dengan kedalaman jurang disnyalir puluhan sampai ratusan meter.

27 korban yang meninggal dunia terdiri dari 17 laki laki dan 10 perempuan. Puluhan jenazah berhasil dievakuasi yakni,  Kelvin Andeka (16) warga Desa Kepahiang, Fadli (10) warga Desa Maryo Mulya Bengkulu, Farel (16), Ferri Afrizal (34) warga Sako Kenten Palembang, Ulul (16) warga Banyuasin.

Lalu, korban berikutnya, Yasiroh (16) dari Pesantren Bengkulu, Nur PH, Efran Fadhil Akbar warga Desa Kepahiang, M Akbar Prabowo, Prajen Banyuasin, Metriana Andeka warga Desa Kepahiang Bengkulu, Ali Jaya warga Bengkulu, Iiyas warga Demang Lebar Daun Palembang.

Selanjutnya, Jimmy Yuda Sanjaya (23) warga Empat Lawang, Warsono warga Jl Sabar Jaya warga Banyuasin, Imron warga Jl Enggano Kelurahan Pasar Bengkulu, Rosita (50) warga Muara Enim, Feri (48) warga Kecamatan Ratu Samban Bengkulu, Dwi Sunarto (56) warga Bengkulu Tengah, Nanik warga Ulu Musi Empat Lawang.

Korban berikutnya, Rahmat Hidayat warga Ulu Musi Empat Lawang, Okti Karusniati warga Jl Kuala Lempung RT 04 Ratu Agung Bengkulu, Riski Saputra pergito warga Muara Enim, Sania pergito warga Muara Enim, Padhil warga Desa Mario Mulyo Pondok Koba Bengkulu, Ayu Intan warga Traman Jaya muko muko, Melia Safira warga Palembang, Raihan Gani (5) warga Ulu Musi Desa Air Plinsar Empat Lawang.

Sedangkan, sebanyak 7 jenazah telah dibawa pulang oleh Keluarga korban diantaranya, Ilyas warga Palembang, Jimmy Yuda Sanjaya warga Emoat Lawang, Warsono warga Banyuasin, Rosita warga Muara Enim, Ferry warga Bengkulu, Ferry Fitrizal warga Palembang, dan M Akbar warga Banyuasin.

Proses evakuasi terus berlanjut, arus sungai lematang yang deras tidak menyurutkan semangat seluruh instansi yang terlibat dan dibantu warga setempat juga turut membantu dari Aparat Polri dan TNI dalam Evakuasi.

“Untuk total seluruh penumpang masih belun vailit, karena proses evakuasi masih terus dilakukan. Belum diketahui pasti berapa banyak jumlah penumpang yang ada di Bus Sriwijaya ini, sebab, tidak adanya manifest penumpang,” jelas Dandim 0405/Lahat Letkol Kav. Sungudi SH MSi, Selasa (24/12/2019).

Selain itu, sambung Dandim Lahat, pihaknya bersama anggota Polri juga Basarnas dibantu warga masih berusaha melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk terus melakukan upaya pencarian kemungkinan masih ada korban jiwa lainnya.

“Kalau data awal, ada 27 orang korban yang meninggal dunia, kini bertambah menjadi 30 orang korban meninggal dunia (MD), sisanya ada 13 orang korban yang menggalami luka luka,” pungkas Sungudi. (Syah)