Korban Tewas Tabrakan Mobil vs Motor Terus Bertambah

Lahat, jurnalsumatra.com – Korban pasca tabrakan mobil Toyota Hilux VS motor Mio J yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) atau tepatnya di Desa Kota Raya Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, pada Jum’at (11/10/2019) sekira pukul 03.00 WIB dini terus bertambah.

Akibat dari kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut, memakan korban jiwa bernama Diki Gustira Davitra (29) warga Desa Selawi Kecamatan Lahat, meninggal saat berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat.

Berjarak beberapa hari kemudian atau pada Senin (14/10/2019) sekitar pukul 05.30 WIB, korban dari Lakalantas itu bertambah, menyusul Frengki Pranata (25) juga warga Desa Selawi Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

“Dari peristiwa kecelakaan tabrakan mobil Toyota Hilux VS motor Mio J yang terjadi di Jalinsum atau tepatnya TKP Desa Kota Raya pada Jum’at (11/10/2019) sekira pukul 03.00 WIB dini hari itu, telah memakan korban dua orang yang sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK MSi didampingi Kasat Lantas Rio Artha Luwih SH SIK MSi disampaikan, Kanit Lakalantas IPDA Amrin Prabu, Rabu (16/10/2019).

Untuk kronologis kejadian, dijelaskan Amrin, berdasarkan olah TKP pengendara mobil Toyota Hilux Pick Up warna Silver Metalik dengan Nopol BG 8544 EI yang dikemudikan Disran David (32) warga Desa Manggul Kecamatan Lahat, berjalan dijalurnya sendiri dengan kecepatan tinggi dari arah Barat/Lahat kearah Timur/Muara Enim.

Namun, saat tiba dilokasi kejladian di Jalinsum tepatnya Desa Kota Raya Kecamatan Lahat datang dari arah berlawanan sepeda motor (SPM) Yamaha Mio J warna putih Nomor Polisi (Nopol) BG 3068 ET.

“Dikarenakan pengendara mobil Toyota Hilux Pick Up Disran David cukup tinggi, lalu datang dari arah berlawanan pengendara SPM Mio J Nopol BG 3068 ET yang dikendarai Nofri (22) warga Desa Muara Siban Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, berboncengan Diki Gustari Davitra (29) warga Desa Selawi Kecamatan Lahat, dan Frengki Pranata (25) juga warga Selawi Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, sama sama cukup tinggi, sehingga, tabrakan itu tak bisa dihindarkan lagi,” tukasnya.

Dari tragedi tersebut, sambung Amrin, korban penumpang SPM Mio J Diki Gustari Davitra mengalami luka robek dipangkal paha kanan, usus terburai keluar dibawa ke RSUD Lahat kemudian meninggal dunia. Untuk korban Frengki Pranata mengalami luka robek dibagian pipi sebelah kanan, luka lebam/memar dibagian bawa mata sebelah kiri, Nofri keluar darah dari hidung, pata kaki sebelah kanan, dan tidak sadarkan diri.

Tidak itu saja, kuat dugaan menurut Amrin, ketiga korban yang mengendarai SPM Mio J warna putih ini, masih dalam keadaan mabuk. Karena, saat menjalankan perawatan di RSUD Lahat, tercium aroma minuman keras (Miras) dari mulut korban.

“Nah, dari ketiga korban awalnya yang meninggal usai dari kecelakaan itu, korban Diki Gustari Davitra, lalu menyusul Frengki Pranata keduanya merupakan warga Desa Selawi Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat,” tambahnya.

Sedangkan, sipengendara motor bernama Nofri (22) yang merupakan warga Desa Muara Siban, Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, setelah menjalani proses pengobatan beberapa hari di RSUD Kabupaten Lahat, akhirnya, dirujuk di Rumah Sakit Palembang guna penanganan medis lebih lanjut.

“Setelah menjalani perawatan di RSUD Lahat, korban Nofri akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Palembang pada Selasa (15/10/2019) dengan menggunakan Ambulance RSUD Lahat. Sedangkan, pengendara mobil Toyota Hilux warna Silver bernama Disran David sudah menjalankan BAP, dan dari olah TKP jelas jelas pengendara SPM Mio yang telah maling jalur orang lain. Sehingga, kasus ini, akan kita tetapkan selaku TSK Nofri. Namun, Nofri saat ini sedang menjalani Amputasi kaki kanannya di RS Palembang,” pungkas Amrin. Untuk, kendaraan SPM Mio J dan mobil Toyota Metalik diamankan dikantor Satlantas Polres Lahat. (Din)