Kota Bogor zona orange, warga diingatkan disiplin

Bogor, jurnalsumatra.com – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan warganya untuk lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan karena tingkat kewaspadaan terhadap COVID-19 di Kota Bogor, Jawa Barat meningkat lagi dari level rendah atau zona kuning menjadi level sedang atau zona orange.

  “Hasil evaluasi terbaru dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menyimpulkan tingkat kewaspadaan terhadap COVID-19 lagi menjadi orange atau level sedang,” kata Bima Arya Sugiarto, di Kota Bogor, Jumat.

  Menurut Bima Arya, naiknya tingkat kewaspadaan terhadap COVID-19 di Kota Bogor karena dalam tiga pekan terakhir ada tren peningkatan kasus positif COVID-19. “Tren peningkatannya kasus positif ini penulatannya lebih banyak dari ‘imported case’ atau aktivitas warga Kota Bogor yang beoergian ke luar kota,” katanya.

  Dari seluruh kasus positif COVID-19 di Kota Bogor, menurut dia, sekitar 34 persen di antaranya tertular karena faktor “importede case”. Berdasarkan data update harian COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus positif COVID-19 samoai umat hari ini tercatat 326 kasus.

  Bima Arya juga mengingatkan, warga Kota Bogor agar berhati-hati pada warga yang akan bepergian ke luar atau baru kembali dari luar kota. “Hati-hati jika ke luar kota dan hati-hati jika baru pulang dari luar kota,” katanya.

  Bima juga mengingatkan agar berhati-hati kepada orang yang aktif, yakni orang yang aktivitas di luar rumah sangat tinggi, karena bertemu dengan banyak orang orang di banyak tempat. “Saya ini termasuk orang yg aktif. Karena itu, kalau sedang di rumah saya sering mandi. Saya bisa mandi sampai lima kali dalam sehari,” katanya.

  Menurut Bima, untuk menekan penyebaran COVID-19 sekaligus menurunkan tingkat kewaspadaan terhadap COVID-19, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan akan melakukan tes swab secara masif.

  Lokasi yang disasar adalah tempat-tempat yang menjadi pusat kerumuman masyarakat, seperti di stasiun kereta, terminal bus, dan di pasar.

  Menurut Bima, di Kota Bogor saat ini juga ditemukan klaster-klaster di rumah tangga sehingga tes swab masif juga akan menyasar pada tempat-tempat yang menjadi pusat kerumuman di pemukiman, misalnya di balai warga.

  Menurut Bima, Dinas Kesehatan sampai saat ini telah melakukan 8.400 tes swab dan menargetkan akan melakukan 11.000 tes swab. “Kita harapkan dalam waktu sebulan ke depan, sudah bisa menyelesaikan target melaksanakan 11.000 tes swab,” katanya.

  Sebelumnya, hasil evaluasi tingkat kewaspadaan terhadap COVID-19 yang diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Provinsi Jawa Barat, ada 20 Juli lalu, ada lima daerah yang tingkat kewaspadaannya terhadap COVID-19 berada pada tingkat sedag atau zona orange, yakni Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cimahi, dan Kota Depok.(anjas)