Kotawaringin Timur Kekurangan 853 Guru

    Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyebutkan, daerah itu masih kekurangan sekitar 853 guru untuk memenuhi kebutuhan ideal proses belajar dan mengajar.
“Jumlah kekurangan 853 guru itu hasil penghitungan dengan membandingkan jumlah siswa, sekolah, wilayah dan jumlah guru yang ada saat ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Bima Ekawardhana di Sampit, Senin.
Saat ini jumlah guru di Kotawaringin Timur sebanyak 2.213 orang berstatus pegawai negeri sipil dan 472 orang berstatus pegawai kontrak. Senin pagi, sebanyak 472 guru kontrak tersebut menandatangani perpanjangan kontrak kerja selama satu tahun.
Bima menyebutkan, kekurangan guru paling banyak dirasakan sekolah-sekolah yang ada di kawasan pedalaman. Padahal keberadaan guru menjadi syarat utama untuk pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan.
Berbagai kendala yang dihadapi adalah moratorium pengadaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh pemerintah pusat sehingga perekrutan guru berstatus CPNS belum bisa dilakukan.
Kondisi ini bertambah berat karena setiap tahun banyak guru yang pensiun. Selama 2017 lalu guru yang pensiun sebanyak 66 orang, sedangkan tahun 2018 ini diperkirakan 41 orang.
Pemerintah daerah cukup terbantu karena masih bisa merekrut guru melalui perjanjian kontrak kerja. Dinas Pendidikan melakukan penataan untuk mengoptimalkan guru yang ada karena anggaran daerah belum memungkinkan merekrut guru kontrak baru.

    “Makanya kebijakan pemerintah daerah, guru kontrak tidak bisa mengajukan pindah sampai masa kotraknya berakhir. Mereka sesuai tempat tugas masing-masing. Pengajuan permohonan pindah boleh disampaikan setelah kontraknya berakhir, itu pun kalau kontraknya diperpanjang,” kata Bima.
Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Halikinnor yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, pemerintah daerah berharap bisa secara bertahap memenuhi kekurangan guru, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk sarana dan prasarana pendidikan, Bappeda masih menginventarisasi kebutuhan di lapangan. Saya sudah mengumpulkan perusahaan besar, mereka siap membantu. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana,” kata Halikinnor.
Sementara itu, sebanyak 472 guru yang menandatangani perpanjangan kontrak tersebut terdiri dari 29 guru TK dan PAUD,
305 guru SD dan 138 guru SMP. Tahun ini ada syarat baru untuk perpanjangan kontrak guru, yakni wajib melampirkan surat keterangan bebas narkoba sebagai bentuk komitmen pelaku pendidikan mendukung pemberantasan narkoba di Kotawaringin Timur.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + eighteen =