KPK Didesak Tuntaskan Kasus Daging Qurban DPRD Muba

Muba, Sumsel,  jurnalsumatra.com – Kasus hilangnya 100 kantong daging kurban yang diduga dicuri oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) se-usai pemotongan hewan kurban dihalaman gedung DPRD Muba Kamis (23/8/2018) lalu, Berimbas pada kasus suap pengesahan R-APBD Muba yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tahun 2015 lalu.

“Inilah akibat kesan tebang pilih KPK dalam menangani kasus. Seharusnya KPK adili dan pidanakan semua koruptor, berapa pun nilainya. Supaya tidak menciderai rasa keadilan dan tidak menimbulkan asumsi negative masyarakat muba terhadap KPK.

Kita khawatir dengan keseriusan KPK dalam menangani kasus tersebut, kenapa sudah memasuki tiga tahun ini anggota DPRD Muba yang diduga terlibat menerima uang suap belum juga ditahan. ”Kata salah-satu toko pemuda Muba asal Kecamatan Keluang Denres saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com Jum’at (7/9/2018).

Terpisah, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Universal Monitoring Indonesia (UMI) Yusman, menjelaskan kalau dalam waktu dekat LSM- UMI akan mendatangi KPK untuk mensomasi Lembaga Anti Rasua itu dalam prihal kasus tersebut.

“Tindakan KPK yang hanya mempenjarakan beberapa orang pejabat dan anggota DPRD Muba itu, kami nilai merupakan hal yang tidak wajar. Kasus suap yang merugikan Negara bernilai milliaran rupiah itukan, terang benderang diketahui orang banyak bahkan dalam persidangan PN Tipikor Palembang salah satu anggota dewan yang terlibat menjelaskan, kalau hampir seluruh anggota DPRD Muba menerima uang suap.

Kok mantan bupati Muba Pahri Azhari serta istri dan 2 kepala dinas juga 12 orang anggota DPRD saja yang dijerat. Sementara yang lain belum tersentuh hukum lantaran mengembalikan kerugian Negara.”Ujarnya.

Yusman juga mengungkapkan, apabila kasus suap pengesahan R-APBD Muba 2015 itu tidak segera ditindaklanjuti, pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran ke KPK. Selain itu menurut dia, sejak viralnya pemberitaan tentang hilangnya 100 kantong daging hewan kurban yang diduga dicuri oknum anggota DPRD Muba beberapa waktu lalu, rakyat muba yang nyaris lupa dengan kasus tersebut kembali terbangun.

“Pasca hilangnya 100 kantong daging hewan kurban itukan, ramai gunjingan dan amarah warga muba yang dilontarkan lewat medsos, bahkan saya sendiri terus mendapat pesan singkat dari masyarakat yang mempertanyakan sekaligus mendukung kita untuk mengusut tindaklanjut kasus suap R-APBD yang terjaring Ott KPK tahun 2015 lalu.

Maka selaku ketua LSM Universal Monitoring Indonesia (UMI) dalam waktu dekat kita akan mensomasi KPK. Secara normative kita minta pihak KPK menindak lanjuti atau meneruskan pemeriksaan serta memproses pihak-pihak yang diduga terlibat menerima uang suap.”Jelas dia.

Sementara ketika dikonfirmasi Biro Humas KPK Priharsa Nugraha, menjelaskan dirinya tidak lagi bertugas di KPK.”Wah maaf, coba kontak ke Febri atau Yeye aja ya. Soalnya saya sudah tidak di KPK lagi.” Jelas dia melalui pesan singkat.

Sayangnya ketika konfirmasi melalui via Whatsapp Humas KPK Febri Diansyah dan Yayuk tidak menjawab. (Rafik Elyas)

Leave a Reply